Prediksi Italia vs Bosnia, Menanti Kesempurnaan Gli Azzurri di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup J akan kembali menyuguhkan laga seru nan menarik, di mana kali ini Timnas Italia akan melawan Bosnia di Juventus Stadium, Rabu (12/06) dini hari WIB. Bisa dibilang laga ini bertajuk ‘menanti kesempurnaan Gli Azzurri di kualifikasi Piala Eropa 2020’, mengingat tim besutan Roberto Mancini itu berhasil menyudahi tiga pertandingan sebelumnya di babak kualifikasi dengan meraih kemenangan.

Italia

Saat ini Italia masih menjadi pemuncak klasemen sementara Grup J dengan koleksi 9 poin dari 3 pertandingan yang telah dilakoni. Hal itu pun sekaligus menjadikan tim Gli Azzurri sebagai unggulan untuk bisa lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 mewakili Grup J.

Setelah di laga sebelumnya mereka berhasil mengalahkan Yunani dengan skor telak 0-3, kali ini mereka akan melawan tim yang lebih tangguh, yakni Bosnia. Meskipun secara peringkat FIFA tim Gli Azzurri lebih unggul, namun hal itu tak membuat Italia bisa meremehkan kekuatan Bosnia. Karena tim tamu datang dengan kekuatan terbaiknya, termasuk Edin Dzeko dan Miralem Pjanic.

Oleh sebab itu, pada pertandingan nanti para pemain Italia wajib bermain disiplin dan mematikan pergerakan Pjanic. Karena Pjanic dikenal piawai dalam mengatur serangan dan mengirimkan umpan-umpan manja kepada para pemain di barisan depan, terutama Dzeko. Jika ingin memenangkan pertandingan, para pemain Italia wajib mematikan pergerakan Pjanic.

Bosnia

Bosnia sendiri masih berada di posisi ke-3 klasemen sementara dengan koleksi 4 poin dari 3 pertandingan, mereka tertinggal 2 poin dari Finlandia yang berada di posisi kedua. Untuk menjaga asa lolos ke putaran final, tentu saja Bosnia dituntut untuk memenangkan pertandingan kali ini.

Hanya saja mengalahkan Italia di kandangnya juga bukan perkara mudah. Para pemain Bosnia harus bekerja keras dan menunjukkan penampilan terbaiknya. Pelatih Bosnia, Robert Prosinecki wajib menyiapkan opsi alternatif jika pada laga nanti pergerakan Pjanic berhasil dimatikan para pemain Italia. Dia bisa menggunakan kecepatan para pemain sayapnya untuk melakukan serangan balik, karena tidak menutup kemungkinan Bosnia akan bermain lebih bertahan pada pertandingan nanti.

Hal yang cukup wajar, mengingat Italia memiliki barisan penyerang yang sangat mematikan, termasuk Fabio Quagliarella yang baru saja dinobatkan sebagai top skor Serie A musim 2018/19. Selain itu, Italia juga memiliki barisan gelandang yang cukup kreatif. Untuk kamu yang ingin bermain Sbobet, langsung saja kunjungi 988Sport.net dan langsung nikmati banyak keuntungannya. Buruan jangan ditunda karena kesempatan tidak akan datang dua kali!

Head to Head Italia vs Bosnia

06/11/96 Bosnia 2 – 1 Italia

Lima Pertandingan Terakhir Italia

18/11/18 Italia 0 – 0 Portugal

21/11/18 Italia 1 – 0 Amerika Serikat

24/03/19 Italia 2 – 0 Finlandia

27/03/19 Italia 6 – 0 Liechtenstein

09/06/19 Yunani 0 – 3 Italia

Lima Pertandingan Terakhir Bosnia

16/11/18 Austria 0 – 0 Bosnia

19/11/18 Spanyol 1 – 0 Bosnia

24/03/19 Bosnia 2 – 1 Armenia

27/03/19 Bosnia 2 – 2 Yunani

08/06/19 Finlandia 2 – 0 Bosnia

Prediksi Line Up Italia vs Bosnia

Italia (4-3-3): Salvatore Sirigu; Alessandro Florenzi, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Mattia De Sciglio; Marco Verratti, Jorginho, Bryan Cristante; Lorenzo Insigne, Fabio Quagliarella, Stephan El Shaarawy

Bosnia (4-3-3): Ibrahim Šehić; Darko Todorovic, Ervin Zukanovic, Toni Sunjic, Eldar Civic; Miralem Pjanic, Muhamed Besic, Gojko Cimirot; Edin Visca, Edin Dzeko, Haris Duljevic

Prediksi Skor Italia vs Bosnia: 2 – 0

Prediksi Republik Ceko vs Montenegro, Duel Seru Grup A Kualifikasi Piala Eropa 2020

Republik Ceko akan melanjutkan perjalanannya dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup A, di mana kali ini mereka akan melawan Montenegro di Stadion Andruv, Republik Ceko, Selasa (11/06) dini hari mulai pukul 01:45 WIB. Meskipun lawannya tak memiliki nama besar, namun pertandingan ini tetap dipastikan bakal berlangsung menarik.

Republik Ceko

Saat ini Republik Ceko masih berada di posisi ke-2 klasemen sementara Grup A dengan koleksi 3 poin, hasil 1 kali kemenangan dari 2 laga yang sudah dijalani. Melihat peta persaingan di Grup A, tentu saja Republik Ceko bisa dibilang menjadi salah satu tim unggulan untuk bisa lolos ke putaran final. Meskipun demikian, para pemain Republik Ceko tidak boleh terlena dan meremehkan tim lawan, termasuk Montenegro yang akan mereka hadapi kali ini.

Jelang pertandingan ini Republik Ceko memiliki modal yang cukup apik di laga terakhir, di mana mereka sukses mengalahkan Bulgaria dengan skor tipis 2-1. Pada laga itu bintang Serie A, Patrik Schick kembali menjadi bintang lapangan dengan sumbangan 2 gol. Schick pun diprediksi akan kembali menjadi sorotan pada laga melawan Montenegro, karena memang dirinya memiliki skill dan insting pembunuh yang sangat ditakuti pemain lawan.

Namun pada laga nanti pelatih Republik Ceko, K. Balakov, wajib menyiapkan opsi alternatif untuk mengatasi situasi yang tidak terduga. Dia juga bisa menyiapkan bomber lainnya atau striker false 9 jika pada laga nanti Schick pergerakannya berhasil dimatikan para pemain Montenegro. Karena dengan perbedaan kualitas, Montenegro berpeluang untuk menumpuk pemain di lini tengah yang tentu saja akan menyulitkan para pemain gelandang untuk mengirimkan umpan kepada Schick.

Montenegro

Kemudian di sisi lain kini Montenegro masih berada di posisi ke-5 klasemen sementara Grup A dengan hanya meraih 2 poin dari 3 pertandingan yang sudah dijalani. Untuk memperbesar peluang lolos ke putaran final, tentu saja Montenegro diwajibkan untuk memenangkan pertandingan kali ini.

Meskipun kalah kualitas, namun pelatih L. Tumbakovic bisa memanfaatkan kelincahan para pemainnya untuk melakukan serangan balik. Jika memang dirinya menggunakan strategi dengan lebih menunggu di lini belakang, tentu saja Tumbakovic harus memasang winger yang memiliki kecepatan untuk melancarkan serangan balik.

Namun sayangnya jelang pertandingan kali ini Montenegro tidak memiliki modal yang berharga, setelah di laga terakhir mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tim lemah, Kosovo. Pada pertandingan itu Montenegro juga kalah dalam hal penguasaan bola, sesuatu yang tidak boleh terjadi di laga melawan Republik Ceko.

Sering kalah dalam permainan Casino Online? Jangan menyerah, kini saatnya kamu kunjungi Riropalace dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar.

Head to Head Republik Ceko vs Montenegro

16/11/11 Montenegro 0 – 1 Republik Ceko

12/11/11 Republik Ceko 2 – 0 Montenegro

Lima Pertandingan Terakhir Republik Ceko

16/11/18 Polandia 0 – 1 Republik Ceko

20/11/18 Republik Ceko 1 – 0 Slovakia

23/03/19 Inggris 5 – 0 Republik Ceko

27/03/19 Republik Ceko 1 – 3 Brazil

08/06/19 Republik Ceko 2 – 1 Bulgaria

Lima Pertandingan Terakhir Montenegro

17/11/18 Serbia 2 – 1 Montenegro

21/11/18 Montenegro 0 – 1 Romania

23/03/19 Bulgaria 1 – 1 Montenegro

26/03/19 Montenegro 1 – 5 Inggris

08/06/19 Montenegro 1 – 1 Kosovo

Prediksi Line Up Republik Ceko vs Montenegro

Republik Ceko (4-2-3-1): T. Vaclik; P. Kaderabek, O. Celutska, M. Scuhy, F. Novak; D. Pavelka, T. Soucek; L. Masopust, A. Kral, J. Jankto; P. Schick.

Montenegro (4-2-3-1): M. Mijatovic; A. Marusic, I. Vujavic, M. Simic, Z. Tomasevic; A. Scekic, N. Kosovic; M. Jankovic, S. Mugosa, M. Vesovic; F. Beciraj.

Prediksi Skor Republik Ceko vs Montenegro: 3 – 1

Gantikan Ivan Kolev, Persija Tunjuk Julio Banuelos sebagai Pelatih Baru

Persija Jakarta gagal menunjukkan penampilan terbaiknya di awal musim kompetisi Liga 1 2019. Sebagai juara bertahan, tim berjuluk Macan Kemayoran itu hanya mampu meraih 1 poin dari 3 pertandingan yang telah dijalani. Pada laga pekan perdana Persija berhasil menahan imbang tuan rumah Barito Putera dengan skor 1-1, sebelum kemudian kalah 2-1 dari PSIS Semarang dan kalah 1-0 dari Bali United. Tentu saja hasil itu sama sekali tidak mencerminkan status Persija sebagai juara bertahan Liga 1.

Awal Mula Ivan Kolev Mengundurkan Diri

Hasil buruk yang dialami Persija di tiga pekan perdana Liga 1 2019 membuat suporter bereaksi keras. Mereka menuntut agar Ivan Kolev sebagai pelatih bertanggung jawab dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Kolev yang juga pernah melatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 itu pun akhirnya mengambil sikap ksatria dengan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Mei yang lalu.

Persija Tunjuk Julio Banuelos sebagai Pelatih Baru

 

Usai Kolev mundur, banyak pelatih ternama yang sempat dikaitkan dengan Persija, salah satunya adalah mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas. Akan tetapi sampai saat ini rumor itu tak kunjung menjadi kenyataan.

Beberapa waktu yang lalu asisten pelatih Persija, Mustaqim, menyebutkan inisial pelatih baru Persija. Hal itu pun seakan langsung mengakhiri spekulasi terkait kemungkinan Milla menangani Persija. Tak berselang lama kemudian tim Macan Kemayoran pun mengumumkan sosok pelatih baru mereka, yakni Julio Banuelos. Hal itu diketahui melalui postingan terbaru di akun Instagram resmi Persija.

Rekam Jejak Banuelos

Sebagai pelatih, Banuelos memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Sebelumnya ia pun memiliki pengalaman melatih di Spanyol, bersama Alaves dan Burgos. Selain itu, Banuelos juga sempat ditunjuk menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia untuk menggantikan Eduardo Perez.

Melihat rekam jejak sang pelatih, Banuelos diyakini mampu mengangkat prestasi Persija di Liga 1 2019. Untuk saat ini Persija masih duduk di posisi ke-16 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan koleksi 1 poin. Untuk kamu yang ingin mendapat lebih banyak keuntungan dari parmainan poker atau pun sbobet, terus pantengin Dothixala.net dan kunjungi Lojistiksektoru.com.

Bakal Latih AC Milan, Ini 3 Pemain Top yang Bisa Diboyong Marco Giampaolo

Dalam beberapa pekan terakhir Marco Giampaolo santer dikabarkan bakal melatih salah satu tim raksasa Italia yang tengah tertidur, AC Milan. Ia diklaim menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso dari kursi pelatih, yang di musim lalu gagal mengantarkan i Rossonerri tampil impresif.

Sebagai seorang pelatih, Giampaolo memiliki reputasi yang cukup bagus, salah satunya adalah dengan mengantarkan Sampdoria bersaing di papan tengah klasemen Serie A musim 2018/19. Dengan berbekal skuat yang tak terlalu mumpuni, dia berhasil mengantarkan Sampodia mengalahkan beberapa tim ternama, seperti Napoli, AC Milan, hingga sang juara bertahan, Juventus. Sementara jika Giampaolo resmi menangani AC Milan, ia dipastikan bakal merombak skuat i Rossonerri dengan mendatangkan beberapa pemain. Bahkan berdasarkan prediksi Giampaolo berpeluang untuk mendatangkan 3 pemain top ke San Siro pada bursa transfer musim panas tahun ini. Lantas siapa saja 3 pemain top tersebut, ini dia selengkapnya.

Patrik Schick

Nama pertama yang berpeluang mengikuti jejak Giampaolo ke AC Milan adalah penyerang AS Roma, Patrik Schick. Sang pemain juga memiliki hubungan yang cukup baik dengan Giampaolo, mengingat ia adalah pelatih yang memiliki andil besar atas kesuksesannya di sepak bola Eropa. Ya, Schick adalah pemain yang diboyong oleh Giampaolo dari klub asal Republik Ceko, Sparta Praha ke Sampdoria pada tahun 2016 yang lalu. Bersama Sampdoria, Schick berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan, dengan mencetak 13 gol dari 35 penampilannya sehingga membuat namanya mulai bersinar di sepak bola Eropa.

Duvan Zapata

Pada awal musim 2018/19 yang lalu Giampaolo membuat keputusan untuk mempermanenkan Duvan Zapata dari Napoli, setelah berhasil menunjukkan penampilan yang memuaskan di musim sebelumnya. Kemudian Giampaolo memutuskan untuk meminjamkan Zapata ke Atalanta pada musim 2018/19, dan hasilnya pemain berusia 28 tahun itu tampil menggila dengan mencetak 28 gol dari 48 penampilannya. Melihat kedekatan keduanya, bisa jadi Zapata adalah pemain yang bakal didatangkan Giampaolo ke AC Milan pada musim panas 2019.

Fabio Quagliarella

Pada musim 2018/19 Giampaolo berhasil menyulap bomber gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella menjadi mesin pembunuh di Serie A. Bahkan Quagliarella yang saat ini sudah berusia 36 tahun mampu keluar sebagai top skor Serie A dengan koleksi 26 gol, mengalahkan Cristiano Ronaldo yang hanya mampu mencetak 21 gol. Oleh sebab itu, Giampaolo pun berpeluang untuk memboyong Quagliarella ke San Siro jika dirinya resmi menjadi pelatih AC Milan. Untuk kamu yang ingin mendapat peluang lebih besar meraih kemenangan dalam permainan casino atau sbobet terus pantengin Dothixala.com. Untuk kamu yang ingin mendapat tips dan trik seputar casino atau pun sbobet bisa kunjungi Lojistiksektoru.com.

2 Keuntungan yang Didapat Real Madrid Usai Berhasil Datangkan Luka Jovic

Real Madrid berhasil menunjukkan pergerakan yang positif pada bursa transfer musim panas 2019. Mereka bahkan baru saja mengumumkan keberhasilannya untuk mendatangkan bomber Eintracht Frankfurt, Luka Jovic dengan nilai transfer sebesar 60 juta euro atau 955 miliar rupiah. Dari informasi yang didapat, Jovic dikontrak Real Madrid selama 6 tahun atau hingga musim panas 2025 mendatang. Meskipun sudah mencapai kata sepakat, namun Jovic masih harus melakukan beberapa proses seperti halnya tes medis, sebelum akhirnya resmi diperkenalkan di hadapan publik Santiago Bernabeu.

Kehadiran pemain berusia 21 tahun itu pun dipastikan akan menambah daya gedor Real Madrid pada musim depan. Karena meskipun masih berusia muda, namun Jovic telah berhasil menunjukkan ketajamannya di musim 2018/19, di mana dirinya sukses mencetak 17 gol di Bundesliga dan 10 gol di Liga Europa.

Selain itu, Real Madrid masih akan mendapatkan dua keuntungan lainnya dibalik keberhasilan mereka mendatangkan Jovic pada musim panas 2019. Berikut adalah informasi lengkapnya.

Ketajamannya Sudah Teruji

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Jovic berhasil mencetak total 27 gol dari 48 penampilannya bersama Eintracht Frankfurt di semua kompetisi. Bahkan dia pernah bersaing untuk mendapatkan penghargaan Sepatu Emas Eropa setelah mampu mencetak 15 gol hingga periode Februari 2019 yang lalu dan menjadi top skor sementara Bundesliga kala itu. Menariknya, 15 gol tersebut hanya dia cetak dalam rentan waktu 1600 menit. Dengan statistik tersebut bisa diketahui bahwa ketajaman Jovic pun sudah teruji. Untuk kamu yang ingin menjadi agen Sbobet langsung saja klik 988Sport.net, dapatkan banyak keuntungannya dan sudah teruji.

Masih Muda dan Bisa Terus Berkembang

Saat ini Jovic masih berusia 21 tahun, namun dirinya sudah berhasil menunjukkan beberapa catatan yang mengesankan. Kemampuannya pun diyakini masih bisa berkembang, terlebih pada musim depan dia akan bermain di bawah pelatih bertangan dingin, Zinedine Zidane dan bersama dengan banyak pemain bintang di Real Madrid.

“Bagi saya tak ada lagi keraguan, pemain seperti Luka Jovic akan semakin mematikan di depan gawang ketika bermain bersama Real Madrid atau Barcelona. Tempat di mana ia akan dibantu oleh rekan-rekan yang lebih berbakat lagi,” kata mantan arsitek Eintracht Frankfurt, Felix Magath.

Sukses Persembahkan Gelar Liga Champions, Liverpool Sodori Klopp Kontrak Baru

Jurgen Klopp baru saja berhasil mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions Eropa musim 2018/19, usai di laga final berhasil menumbangkan Tottenham Hotspur dengan skor 0-2. Ini sekaligus menjadi gelar juara Liga Champions yang keenam bagi Liverpool, sejak terakhir kali mereka meraihnya pada tahun 2005 yang lalu setelah mengalahkan AC Milan melalui drama adu penalti.

Liverpool Berjaya di Liga Premier Inggris

Tidak hanya berjaya di Liga Champions, Liverpool juga bisa dibilang berjaya di Liga Premier Inggris musim 2018/19. Karena pada musim ini Liverpool berhasil mengumpulkan 97 poin dan hanya menelan 1 kali kekalahan dari 38 pertandingan yang dijalani. Itu sekaligus menjadi poin terbanyak Liverpool di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi paling bergengsi di tanah Inggris tersebut. Namun sayangnya di akhir musim Liverpool harus mengakui keunggulan Manchester City yang berhasil mengumpulkan 98.

Liverpool Berniat Perpanjang Kontrak Jurgen Klopp

Dengan prestasi tersebut, Fenway Sports Group selaku perusahaan pemilik Liverpool dikabarkan berencana untuk memperpanjang kontrak Klopp sebagai sebuah penghargaan. Padahal saat ini Klopp masih menyisakan kontrak selama 3 tahun bersama Liverpool, atau dalam artian kontraknya bersama The Reds baru akan berakhir pada musim panas 2022 mendatang. Hanya saja Fenway Sports Group menginginkan untuk bisa bekerja sama dengan Klopp lebih lama lagi, karena arsitek asal Jerman itu terbukti memiliki kualitas.

Sedikit Cerita Tentang Klopp

Klopp adalah pelatih yang mengawali kariernya di dunia kepelatihan pada tahun 2001 yang lalu, di mana klub pertamanya adalah Mainz 05. Bersama klub tersebut Klopp juga menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pemain sepak bola profesional, dan bahkan dia pun mengakhiri kariernya bersama Mainz 05 pada tahun 2001 yang lalu.

Hampir 8 musim menangani Mainz 05, Klopp kemudian memutuskan hengkang dan melatih Borussia Dortmund pada tahun 2008. Bersama klub berjuluk Die Borussian ini lah nama Klopp mulai diperhitungkan di dunia kepelatihan, di mana dirinya sukses mempersembahkan 2 gelar juara Bundesliga dan 1 gelar juara DFB Pokal.

Sukses bersama Borussia Dortmund, Klopp kemudian mencari tantangan baru dengan menangani Liverpool pada tahun 2015 yang lalu. Bersama klub ini lah akhirnya Klopp mampu menjuarai Liga Champions Eropa yang pertama dalam kariernya, baik sebagai pemain atau pun pelatih. Kalau kamu ingin menang seperti Klopp dalam permainan Joker123, langsung saja kunjungi Scproject.net. Di sana juga ada berita sepak bola terbaru dan prediksi terpercaya.

Prediksi Juara Liga Champions Versi Ezechiel N’Douassel

Akhir pekan ini para pecinta sepak bola akan disuguhkan laga berkelas, yakni final Liga Champions yang mempertemukan antara Tottenham Hotspur melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (02/06) dini hari WIB. Laga ini dipastikan bakal berlangsung seru, terlebih kedua tim sudah menunjukkan mental juara di babak gugur atau kncok out. Ya, Tottenham Hotspur mampu bangkit dari ketertinggalan 2-0 dan mengalahkan tuan rumah Ajax Amsterdam dengan skor 2-3 dan berhak lolos ke final dengan keunggulan agresifitas gol tandang. Sementara Liverpool mampu bangkit dari ketertinggalan dengan skor telak di leg pertama melawan Barcelona dengan skor 3-0. Tanpa disangka, Liverpool bermain kesetanan dan mengalahkan Barcelona dengan skor telak 4-0 pada laga leg kedua yang berlangsung di Anfield.

Prediksi Ezechiel N’Douassel

Jelang berlangsungnya final Liga Champions, striker andalan Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel memberikan prediksinya terkait tim yang bakal memenangkan trofi tersebut. Bomber asal Chad itu memprediksi bahwa Liverpool akan mampu menumbangkan Tottenham Hotspur dan meraih gelar juara Liga Champions untuk yang keenam kalinya dalam sejarah klub.

“Liverpool akan keluar sebagai juara. Saya pikir mereka memiliki gaya permainan menyerang yang sangat cepat. Tidak hanya itu saja, mereka juga memiliki pemain hebat seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino,” ujar Ezechiel.

Dia juga memberikan prediksi skor pada laga final tersebut. “Saya pikir Liverpool akan menang 2-0 atau 3-1,” pungkasnya.

Nah, bagaimana dengan prediksimu? Kalau mau mengetahui prediksi lengkap dan infor terbaru soal sepak bola seklaian bermain Joker123, kamu bisa berkunjung ke Scproject.net.

N’Douassel Pernah Menghadapi Timnas Mesir

Di sisi lain, N’Douassel yang menjadi anggota skuat Timnas Chad juga pernah berhadapan dengan Timnas Mesir, negara asal Mohamed Salah pada 14 dan 17 November 2015 yang lalu. Namun sangat disayangkan kala itu Timnas Mesir tidak diperkuat oleh Salah, karena pelatih Hector Cuper tidak memasukkan nama Salah di dalam skuatnya. Karena memang pada periode tersebut nama Salah masih belum tenar seperti saat ini. Karena seperti diketahui, nama Salah mulai bersinar ketika membela AS Roma dan kebintangannya pun semakin terlihat sejak dirinya dibeli Liverpool pada bursa transfer musim panas 2017 yang lalu.

Karena Ini, Karius Menolak Undangan Liverpool Hadiri Final Liga Champions

Liverpool berhasil mengamankan tiket laga final Liga Champions Eropa musim 2018/19 setelah mampu menyingkirkan Barcelona di babak semi-final melalui pertandingan yang dramatis. Setelah kalah dengan skor 3-0 pada laga leg pertama yang dilangsungkan di Camp Nou, Liverpool mampu bangkit dan mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0 di laga leg kedua yang dilangsungkan di Anfield. Di laga final Liverpool akan menghadapi sesama wakil Inggris, Tottenham Hotspur yang sukses menyingkirkan tim pembunuh raksasa, Ajax Amsterdam.

Liverpool Undang Loris Karius ke Final Liga Champions

Jelang laga final tersebut, ada sebuah kabar yang menyebutkan bahwa Liverpool secara khusus mengundang Loris Karius untuk hadir di partai puncak yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (02/06) dini hari WIB. Karena Karius sendiri masih menjadi bagian dari Liverpool, mengingat dirinya hanya dipinjamkan ke Besiktas untuk memberikan tempat kepada kiper asal Brasil, Alisson Becker.

Karius Meniolak Undangan Liverpool

Akan tetapi kemudian Karius dikabarkan menolak undangan dari Liverpool. Dilansir dari Give Me Sport, kiper berusia 25 tahun tersebut menolak hadir karena tidak ingin menjadi perhatian dan merusak konsentrasi Liverpool di laga final. Terlebih Karius juga menyisakan luka yang sangat dalam bagi para penggemar Liverpool di laga final Liga Champions musim 2017/18.

Kala itu Karius dipercaya untuk menjadi penjaga gawang Liverpool di partai puncak Liga Champions melawan Real Madrid. Bukannya menunjukkan penampilan terbaiknya, Karius justru membuat dua blunder fatal yang membuat The Reds harus menelan kekalahan dengan skor 3-1 dari Real Madrid.

Blunder pertama dia lakukan setelah salah memberikan umpan kepada rekan setimnya. Bola yang dia lemparkan berhasil dipotong oleh Karim Benzema dan berujung pada gol pembuka bagi Real Madrid. Kemudian blunder kedua dia lakukan setelah salah mengantisipasi tendangan keras dari Gareth Bale. Bola yang mengarah tepat kepadanya justru tidak bisa diamankan dan memantul masuk ke dalam gawang.

Dengan kekalahan tersebut, Liverpool gagal menambah koleksi gelar juara mereka di ajang Liga Champions. Sementara kemenangan itu membuat Real Madrid mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu memenangi tiga gelar juara Liga Champions secara beruntun. Untuk kamu yang ingin menyaksikan pertandingan final Liga Champions sambil bermain Joker123, langsung saja klik Scproject.net.

Ada Unsur Persib Bandung di Tengah Keberhasilan Chelsea Juara Liga Europa

Chelsea dipastikan keluar sebagai juara Liga Europa setelah di partai puncak sukses mengalahkan Arsenal dalam derby Inggris dengan skor 4-1 di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/05) dini hari WIB. Ini menjadi trofi Liga Europa kedua yang berhasil diraih Chelsea dalam sepanjang sejarah klub, setelah sebelumnya mereka berhasil meraihnya pada tahun 2012 dengan mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 di laga puncak.

Persib Bandung Ikut Mewarnai Keberhasilan Chelsea di Liga Europa

Akan tetapi ada yang unik pada keberhasilan Chelsea meraih gelar juara Liga Europa musim ini, di mana kesuksesan mereka turut diwarnai oleh Persib Bandung. Bukan berarti Persib ikut andil dalam keberhasilan mereka, akan tetapi pada laga final tersebut turut serta hadir mantan pemain Persib yang merupakan legenda Chelsea, yakni Michael Essien.

Essien juga sempat mengunggah foto di akun Instagram pribadinya yang menunjukkan bahwa dirinya sedang berada di depan Stadion Olimpiade Baku bersama dengan ketiga rekannya. Kehadirannya di stadion pun berhasil menarik perhatian beberapa media, salah satunya adalah Optus Sport. Pada kesempatan itu Optus Sport secara eksklusif mewawancarai Essien mengenai keberhasilan Chelsea meraih gelar juara Liga Europa musim 2018/19. Untuk kamu yang ingin berhasil dan mendapat banyak keuntungan dari permainan Play1628, langsung saja klik Scproject.net.

Essien Menjadi Salah Satu Legenda Terbesar Chelsea

Kehadiran Essien ke stadion memang bukan hal yang mengejutkan. Karena dirinya tercatat sebagai salah satu legenda besar yang dimiliki oleh Chelsea, mengingat dirinya pernah bermain bersama The Blues selama 9 tahun atau tepatnya mulai tahun 2005 hingga 2014 yang lalu.

Bersama Chelsea, Essien juga berhasil mempersembahkan beberapa gelar bergengsi, salah satunya adalah gelar juara Liga Champions, yang secara level kompetisi berada satu tingkat di atas Liga Europa. Kala itu Essien berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Champions pada musim 2011/12 setelah di final mengalahkan Bayern Munich melalui drama adu penalti.

Setelah kariernya mulai meredup, Essien pun mencoba peruntungan dengan bermain di Indonesia, tepatnya bersama Persib pada tahun 2017 hingga 2018. Selama membela tim Maung Bandung, Essien berhasil mencatat 29 penampilan dan mencetak 5 gol.

3 Pemain yang Bisa Didatangkan Arsenal pada Bursa Transfer Musim Panas 2019

Pelatih kepala Arsenal, Unai Emery dikabarkan akan mendatangkan beberapa pemain di bursa transfer musim panas 2019 untuk memperkuat skuatnya menghadapi musim 2019/20. Akan tetapi Emery harus dihadapkan dalam sebuah masalah yang cukup pelik dengan minimnya anggaran transfer yang diberikan oleh klub, yakni hanya sebesar 42 juta pounds atau setara dengan 822 miliar rupiah.

Untuk mensiasati hal itu, Emery dikabarkan bakal menjual beberapa pemain demi mendapatkan tambahan dana segar pada bursa transfer musim panas 2019. Menurut informasi, nama-nama seperti Skhodran Mustafi, Carl Jenkinson, Mohamed Elneny, hingga Henrikh Mkhitaryan kemungkinan bakal dilepas Arsenal pada bursa transfer musim panas kali ini. Setelah menjual pemain-pemain tersebut, Arsenal pun bisa sedikit leluasa untuk mendatangkan pemain baru. Nah, berikut adalah 3 pemain yang berpeluang untuk direkrut Arsenal pada bursa transfer musim panas 2019.

Ben Chilwell

Nama pertama adalah bek kiri milik Leicester City, Ben Chilwell. Pemain 22 tahun itu memang menjadi pemain incaran Arsenal setelah berhasil menunjukkan penampilan yang menawan di sepanjang gelaran Liga Premier Inggris musim 2018/19 dengan mencatat 36 penampilan. Meskiupun berposisi sebagai pemain belakang, namun Ben mampu menyumbang 5 assists. Selain Arsenal, Chilwell kabarnya juga menjadi incaran Manchester City

Youri Tielemans

Selain Arsenal, nama Youri Tielemans diklaim telah menjadi incaran beberapa tim elit, salah satunya adalah Manchester United. Meskipun baru didatangkan Leicester City dengan status sebagai pemain pinjaman pada Januari 2019 yang lalu dari AS Monaco, namun Youri telah berhasil menunjukkan penampilan apik dengan mencetak 3 gol dan menyumbang 5 assists dari 13 penampilannya di Liga Premier Inggris. Oleh sebab itu, Youri dianggap telah cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.

Nicolas Pepe

Arsenal sebenarnya sudah mengincar tanda tangan Nicolas Pepe sejak musim dingin 2019, hanya saja sang pemain kemudian memilih untuk bertahan. Pada bursa transfer musim panas kali ini Arsenal kembali menunjukkan minatnya setelah Pepe mampu mencetak 22 gol dan menyumbang 11 assists dari 37 penampilannya di Ligue 1. Akan tetapi tidak hanya Arsenal, karena Pepe juga diminati beberapa tim besar lainnya seperti Liverpool, Bayern Munchen, dan Chelsea. Dari kabar yang beredar, klub pemilik Pepe, Lille, diklaim hanya akan melepas sang pemain dengan nilai transfer minimal 1,2 triliun rupiah. Untuk kamu yang ingin melepas penat dan ingin bermain sbobet, bisa langsung kunjungi Liveroulettesbobet.org dan langsung dapatkan keuntungannya.