Prediksi Cagliari vs Udinese, Tim Tamu Berjuang Hindari Zona Degradasi

Laga pekan ke-38 Serie A musim 2018/19 akan menyuguhkan pertandingan seru antara Cagliari melawan Udinese. Menurut rencana laga kali ini akan dilangsungkan di Sardegna Arena, Senin (27/05) dini hari WIB.

Cagliari

Saat ini Cagliari masih berada di posisi ke-13 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 41 poin, hasil dari 10 kemenangan dan 11 hasil imbang. Tidak akan ada lagi yang mereka pertaruhkan pada pertandingan kali ini, kecuali hanya untuk pertandingan formalitas semata.

Meskipun demikian, Cagliari juga ingin memastikan kemenangan di laga terakhir, terlebih mereka akan bermain di hadapan para pendukungnya sendiri. Menurut statistik Cagliari juga lebih unggul ketimbang Udinese, karena mereka berhasil meraih 3 kemenangan dari lima pertemuan terakhir.

Pada pertandingan nanti Cagliari kemungkinan bakal mengandalkan Leonardo Pavoletti dalam formasi 4-3-2-1. Karena memang sampai sejauh musim ini Pavoletti terus menjadi andalan Cagliari di lini depan, dan hal itu dibuktikan dengan koleksi 15 gol.

Namun akan sangat disayangkan pada pertandingan nanti Cagliari dipastikan tidak akan bermain dengan kekuatan terbaiknya. Karena Paolo Farago dan Luca Ceppitelli dipastikan harus absen karena alasan cedera.

Udinese

Kemudian ada nama Udinese, yang sekarang masih bertengger di posisi ke-16 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 40 poin hasil dari 10 kemenangan dan 10 imbang. Posisi itu masih belum aman bagi Udinese, karena mereka hanya berjarak 3 poin dari Genoa yang berada di posisi ke-18 atau batas akhir zona degradasi.

Oleh sebab itu, Udinese dipastikan akan menargetkan kemenangan pada laga kali ini. Akan tetapi mengalahkan Cagliari di depan pendukungnya sendiri juga bukan perkara yang mudah. Terlebih musim ini Udinese juga memiliki rekor tandang yang sangat buruk.

Akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola, dan Udinese pun masih berpeluang meraih kemenangan pada pertandingan nanti. Akan tetapi tentu saja para pemain Udinese harus mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya pada pertandingan nanti, dan pelatih mereka kemungkinan akan menggunakan formasi 3-5-2 dengan menumpuk pemain di lini tengah.

Sama seperti Cagliari, pada laga nanti Udinese juga dipastikan tidak akan bermain dengan kekuatan terbaiknya. Karena Valon Behrami dan Sandro dipastikan absen karena cedera serta Marvin Zeegelaar absen karena hukuman kartu merah. Kalau ingin melihat informasi seputar casino dan judi online lainnya, langsung saja klik Cialishepls.net.

Head to Head Cagliari vs Udinese

30/12/2018 Udinese 2-0 Cagliari

15/04/2018 Cagliari 2-1 Udinese

20/11/2017 Udinese 0-1 Cagliari

24/04/2017 Udinese 2-1 Cagliari

28/11/2016 Cagliari 2-1 Udinese

Lima Pertandingan Terakhir Cagliari

18/05/2019 Genoa 1-1 Cagliari

12/05/2019 Cagliari 1-2 Lazio

06/05/2019 Napoli 2-1 Cagliari

28/04/2019 AS Roma 3-0 Cagliari

21/04/2019 Cagliari 1-0 Frosinone

Lima Pertandingan Terakhir Udinese

18/05/2019 Udinese 3-2 SPAL

13/05/2019 Frosinone 1-3 Udinese

05/05/2019 Udinese 0-0 Inter Milan

30/04/2019 Atalanta 2-0 Udinese

21/04/2019 Udinese 1-1 Sassuolo

Prediksi Line Up Cagliari vs Udinese

Cagliari: Cragno; Klavan, Pisacane, Caciatore, Pellegrini, Barella, Bradaric, Ionita, Srna, Cerri, Pavoletti.

Pelatih: Rolando Maran.

Udinese: Musso; Samir, Trosst-Ekong, De Maio, Zeegelaar, De Paul, Sandro, Mandragora, Strtger Larsen, Lasagna, Okaka.

Pelatih: Igor Tudor.

Prediksi Skor Cagliari vs Udinese: 2-1

Prediksi Sampdoria vs Juventus, Tantangan Berat untuk Tuan Rumah

Sampdoria harus menghadapi lawan yang sangat berat pada laga pekan pamungkas Serie A musim 2018/19. Karena kali ini mereka akan melawan juara Serie A, Juventus di Stadio Luigi Ferraris, Minggu (26/05) malam mulai pukul 23:00 WIB. Meskipun sama sekali tidak menentukan untuk kedua tim, nama laga kali ini dipastikan tetap berlangsung seru dan menguras emosi.

Sampdoria

Saat ini Sampdoria masih berada di posisi ke-9 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 50 poin, hasil dari 14 kemenangan dan 8 hasil imbang. Mereka tertinggal 9 poin dari Lazio yang berada di posisi ke-8 dan unggul 7 poin dari Sassuolo yang berada di posisi ke-10.

Meskipun di atas kertas mereka kalah kualitas dari Juventus, namun tidak ada hal yang tidak mungkin dalam sepak bola. Sampdoria pun bisa memanfaatkan kelemahan Juventus untuk memenangkan pertandingan kali ini. Bagi kamu yang ingin menang dan mendapat banyak keuntungan, langsung klik Lojistiksektoru.com.

Pada pertandingan nanti Sampdoria kemungkinan bakal menggunakan formasi 4-3-1-2 dengan mengandalkan duet Gregoire Defrel dan Fabio Quagliarella di lini depan. Kedua pemain itu memiliki pengaruh yang besar terhadap performa Sampdoria musim ini. Karena duet keduanya total telah menyumbangkan 36 gol, dengan rincian Quagliarella mencetak 26 gol dan Defrel mencetak 10 gol. Dengan torehan tersebut, kini Quagliarella pun berada di puncak daftar top skor Serie A.

Namun sayangnya pada laga nanti Sampdoria dipastikan tidak akan bermain dengan skuat terbaiknya, karena mereka tidak bisa memainkan Nicola Murru yang menderita cedera,

Juventus

Kemudian di sisi Juventus, mereka sudah dipastikan menjadi juara Serie A dan kini berhasil mengoleksi 90 poin hasil dari 28 kemenangan dan 6 hasil imbang. Oleh sebab itu, tidak ada kepentingan yang mereka perlukan pada laga kali ini.

Meskipun demikian, Juventus juga masih berambisi untuk menutup musim 2018/19 dengan hasil yang manis, yakni dengan mengalahkan Sampdoria. Peluang untuk mengalahkan tuan rumah juga sangat besar, karena statistik mencatat bahwa Juventus berhasil memenangkan 4 pertandingan dari lima pertemuan terakhir kedua tim.

Pada laga nanti Juventus kemungkinan akan menggunakan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan trio Juan Cuadrado, Cristiano Ronaldo, dan Paulo Dybala di lini depan. Sampai saat ini Ronaldo masih berstatus sebagai top skor klub dengan koleksi 21 gol.

Namun sama seperti Sampdoria, Juventus tidak bisa bermain dengan kekuatan terbaiknya pada laga kali ini. Karena banyak pemain mereka yang harus absen, di antaranya adalah Mattia Perin, Sami Kheddira, Douglas Costa, Joao Cancelo, Giorgio Chiellini, hingga Mario Mandzukic yang menderita cedera.

Head to Head Sampdoria vs Juventus

30/12/2018 Juventus 2-1 Sampdoria

16/04/2018 Juventus 3-0 Sampdoria

20/11/2017 Sampdoria 3-2 Juventus

20/03/2017 Sampdoria 0-1 Juventus

27/10/2016 Juventus 4-1 Sampdoria

Lima Pertandingan Terakhir Sampdoria

20/05/2019 Chievo 0-0 Sampdoria

13/05/2019 Sampdoria 1-2 Empoli

06/05/2019 Parma 3-3 Sampdoria

29/04/2019 Sampdoria 1-2 Lazio

21/04/2019 Bologna 3-0 Sampdoria

Lima Pertandingan Terakhir Juventus

20/05/2019 Juventus 1-1 Atalanta

13/05/2019 AS Roma 2-0 Juventus

04/05/2019 Juventus 1-1 Torino

28/04/2019 Inter Milan 1-1 Juventus

21/04/2019 Juventus 2-1 Fiorentina

Prediksi Line Up Sampdoria vs Juventus

Sampdoria: Rafael; Junior Tavares, Colley, Ferrar, Bereszynski, Ekdal, Linetty, Praet, Gabbiadini, Defrel, Quagliarella

Pelatih: Marco Giampaolo.

Juventus: Szczesny; Gozzi, Barzagli, De Sciglio, Spinazzola, Kastanos, Bentacur, Can, Cuadrado, Ronaldo; Dybala.

Pelatih: Massimiliano Allegri.

Prediksi Skor Sampdoria vs Juventus: 0-2

Prediksi Arema FC vs Persela Lamongan, Tim Tuan Rumah Menderita

Laga pekan ke-3 Liga 1 2019 akan dibuka dengan pertandingan yang mempertemukan antara Arema FC melawan Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (27/05) malam mulai pukul 20:30 WIB. Laga ini dipastikan bakal berlangsung seru, karena bertajuk derby Jawa Timur.

Arema FC

Berstatus sebagai juara Piala Presiden 2019, Arema FC justru tampil melempem di dua pertandingan pembuka Liga 1 2019. Bagaimana tidak, di laga perdana mereka harus dilumat PSS Sleman dengan skor 3-1, dan kemudian mereka kalah 2-0 melawan tuan rumah Borneo FC.

Dua kekalahan itu pun menunjukkan bahwa lini belakang Arema yang dimotori oleh Hamka Hamzah sangat keropos. Para pemain bertahan sering kali salah koordinasi dan kehilangan fokus di babak kedua. Karena memang dari dua pertandingan tersebut 4 dari 5 gol yang masuk ke gawang Arema terjadi di babak yang kedua.

Oleh sebab itu, pelatih Arema, Milomir Seslija harus membenahi fokus dan konsentrasi para pemainnya pada pertandingan nanti. Coach Milo kemungkinan akan kembali memasang formasi 4-3-3 dengan mengandalkan kreatifitas dari Konate Makan di lini tengah.

Pada pertandingan nanti pemain Arema yang bakal menjadi sorotan adalah Sylvano Comvalius. Karena bomber asal Belanda itu seakan mati kutu di dua pertandingan. Pergerakannya sering kali tidak membahayakan gawang lawan, dan perannya di lapangan pun tidak efektif. Oleh sebab itu, Comvalius wajib membuktikan kualitasnya pada pertandingan nanti.

Persela Lamongan

Setali tiga uang dengan Arema, Persela kini juga sedang terpuruk. Karena dari dua pertandingan kandang yang telah mereka jalani, mereka hanya mampu meraih 1 kali hasil imbang dan dikalahkan Madura United dengan skor telak 1-5.

Jika tidak ingin kembali menelan kekalahan, para pemain Persela harus mampu menunjukkan penampilan terbaiknya dan terus mewaspadai pergerakan para pemain Arema. Karena para pemain tim tuan rumah terkenal memiliki pergerakan yang lincah, terutama Ricky Kayame.

Pada pertandingan nanti Persela kamungkinan bakal memainkan formasi 4-2-3-1. Pemain tim Laskar Joko Tingkir yang bakal menjadi sorotan adalah Anis Nabar. Karena ditempatkan sebagai striker, Anis Nabar masih belum mampu mencetak satu gol pun untuk Persela. Untuk mengetahui berita sepak bola dan prediksi terpercaya, langsung saja kunjungi Lojistiksektoru.com, cocok juga bagi kamu yang ingin bermain casino.

Head to Head Arema FC vs Persela Lamongan

10/03/2019 Persela Lamongan 1-0 Arema FC

17/11/2018 Persela Lamongan 4-0 Arema FC

07/07/2018 Arema FC 1-0 Persela Lamongan

21/01/2018 Arema FC 2-2 Persela Lamongan

17/09/2017 Arema FC 2-0 Persela Lamongan

Lima Pertandingan Terakhir Arema FC

22/05/2019 Pusamania Borneo 2-0 Arema FC

16/05/2019 PSS Sleman 3-1 Arema FC

13/04/2019 Arema FC 2-0 Persebaya Surabaya

09/04/2019 Persebaya Surabaya 2-2 Arema FC

06/04/2019 Kalteng Putra 0-3 Arema FC

Lima Pertandingan Terakhir Perslea Lamongan

22/05/2019 Persela Lamongan 2-2 Persipura Jayapura

18/05/2019 Persela Lamongan 1-5 Madura United

12/05/2019 Persebaya Surabaya 2-1 Persela Lamongan

31/03/2019 Persela Lamongan 1-2 Madura United

13/03/2019 Barito Putera 1-1 Persela Lamongan

Prediksi Line Up Arema FC vs Persela Lamongan

Arema FC: Kartika Ajie; Alfin, Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Ahmad Alfarizi, Hendro Siswanto, Hanif Sjahbandi, Dedik Setiawan, Makan Konate, Ricky Kayame, Sylvano Comvalius.

Pelatih: Milomir Seslija.

Persela Lamongan: Dian Agus Prasetyo; Eky Taufik Febriyanto, Arif Satria, Mawouna Amevor, Ahmad Birrul Walidain, Kei Hirose, Lucky Wahyu, Malik Risaldi, Marcel Alexander Kararbo, Delvin Rumbino, Anis Nabar.

Pelatih: Aji Santoso.

Prediksi Skor Arema FC vs Persela Lamongan: 2-0

Marc Klok Diambang Gabung Timnas Indonesia, 3 Kelemahan Ini Bisa Jadi Penghalang

Baru-baru ini pelatih kepala Timnas Indonesia, Simon McMenemy membuat kejutan dengan memasukkan nama gelandang PSM Makassar, Marc Klok dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi dua laga uji coba pada FIFA Matchday bulan Juni mendatang. Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan bakal melawan tuan rumah Jordania pada 11 Juni dan 4 hari kemudian akan melawan Vanuatu.

Pemanggilan Klok memang sangat mengejutkan, di mana pemain tersebut masih berstatus warga negara Belanda sehingga tidak memiliki hak untuk membela Timnas Indonesia. Namun berdasarkan informasi, Klok hanya akan mengikuti latihan bersama dan tidak masuk ke dalam skuat. Pemanggilan Klok sendiri disinyalir agar pemain 26 tahun itu terbiasa dengan atmosfer Timnas Indonesia, karena memang dirinya juga memiliki peluang besar untuk membela tim Garuda. Karena seperti diketahui, Klok kini tengah menunggu proses naturalisasinya rampung.

Akan tetapi jika Klok benar-benar membela Timnas Indonesia, ada 3 kelemahan pada dirinya yang harus diwaspadai oleh coach Simon. Ketiga kelemahan tersebut adalah sebagai berikut.

Jam Terbang Internasional Minim

Klok memang memiliki pengalaman bermain di level Eropa, di mana dirinya sempat bermain bersama FC Utrecht (Belanda), Oldham Athletic (Inggris), Ross County (Skotlandia), dan Dundee FC (Skotlandia). Meskipun demikian Klok bisa dibilang sangat minim pengalaman bermain di level internasional. Karena menurut catatan Transfermarkt, Klok belum pernah sekali pun membela suatu timnas termasuk di kelompok umur. Tentu saja hal ini harus diwaspadai oleh Simon, karena bisa jadi Klok tidak memiliki mental bertanding di level internasional.

Proses Adaptasi Butuh Waktu Lama

Klok disinyalir akan memerlukan proses adaptasi yang lebih lama di Timnas Indonesia. Selain karena belum memiliki pengalaman di level internasional, Klok juga harus beradaptasi dengan strategi yang diterapkan oleh coach Simon. Karena meskipun telah dua musim bermain di Indonesia, namun Klok belum sekali pun dilatih oleh Simon.

Hubungan Buruk dengan Beto Goncalves

Kelemahan yang terakhir adalah Klok memiliki hubungan yang buruk dengan Beto Goncalves. Karena pada kompetisi musim 2018 yang lalu Klok sempat terlibat pertengkaran dengan Beto ketika sedang membela klubnya masing-masing. Klok yang saat itu membela PSM bersitegang dengan Beto yang membela Sriwijaya FC. Dari pada harus terus bersitegang, mending intip aja Lojistiksektoru.com, pusat informasi bola dan casino terpercaya di Indonesia.

Benahi Tim, Manchester United Ingin Datangkan 5 Pemain Baru

Manchester United berubah menjadi tim semenjana pada musim kompetisi 2018/19, di mana mereka kembali puasa gelar seperti musim sebelumnya. Di Liga Premier Inggris pun Manchester United hanya duduk di posisi ke-6 klasemen akhir dan dipastikan gagal merumput di Liga Champions musim depan.

Untuk membenahi hal itu, pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer dikabarkan telah menemui petinggi klub untuk memberitahu siapa saja pemain yang akan dilepas. Pada bursa transfer musim panas 2019, Manchester United dipastikan akan kehilangan Ander Herrera dan Antonio Valencia dengan status bebas transfer. Kemudian Marcos Rojo, Matteo Darmian, Juan Mata, dan Romelu Lukaku diklaim bakal dijual pada bursa transfer musim panas nanti.

Manchester United Ingin Datangkan Lima Pemain Baru

Jika Ole berhasil melakukan hal tersebut, maka dia ingin mendatangkan lima pemain baru demi memperkuat skuatnya di kompetisi musim depan. Dilansir dari Mirror, klub berjuluk The Red Devils itu ingin mendatangkan bek Leicester City, Harry Maguire serta bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Kemudian pelatih asal Norwegia itu juga dikabarkan ingin mendatangkan pemain muda milik Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka, winger Swansea City, Daniel James, dan bomber andalan Lille, Nicolas Pepe.

Manchester United Masih Berharap pada Jadon Sancho

Selain itu, Manchester United juga dikabarkan masih menaruh harapan untuk bisa mendatangkan pemain muda andalan Borussia Dortmund, Jadon Sancho, yang diperkirakan bernilai 100 juta pounds atau setara 1,8 triliun rupiah. Akan tetapi peluang Manchester United untuk mendatangkan Sancho bisa dibilang sangat kecil, karena mereka gagal lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Menyikapi hal itu, Ole diklaim ingin mendatangkan gelandang PSG yang kini tengah berstatus bebas transfer, Adrien Rabiot. Lebih lanjut, sang pelatih juga telah menjadikan pemain muda West Ham United, Declan Rice sebagai alternatif yang di mana pemain berusia 20 tahun itu diklaim memiliki nilai transfer sebesar 50 juta pounds atau setara dengan 914 miliar rupiah.

Bagaimana, bisakah Ole mewujudkan rencananya di bursa transfer musim panas? Sambil menunggu update transfer Manchester United, kunjungi saja Lojistiksektoru.com dan dapatkan banyak keuntungannya.

Termasuk Gareth Bale, Ini 9 Pemian yang Tidak Diinginkan Suporter Real Madrid

Musim 2018/19 bisa dibilang adalah masa-masa kelam yang dialami oleh Real Madrid. Berstatus juara bertahan Liga Champions, Real Madrid justru harus terseok-seok dan dipastikan puasa gelar pada musim ini. Selama musim 2018/19, Real Madrid juga telah melakukan pergantian pelatih sebanyak 3 kali, namun hal itu sama sekali belum mampu mengangkat performa Los Blancos.

Oleh sebab itu, Real Madrid dipastikan bakal melakukan perombakan skuat besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2019. Beberapa pemain ternama pun sudah masuk dalam incaran, seperti Eden Hazard, Paul Pogba, Nyemar, hingga Kylian Mbappe. Jika banyak pemain yang berhasil didatangkan, tentu saja mau tidak mau Real Madrid juga harus menjual beberapa pemainnya demi menyeimbangkan skuat dan kondisi keuangan klub.

Terkait siapa saja pemain yang harus pergi dari Santiago Bernabeu, media ternama Spanyol, Marca melakukan jajak pendapat kepada para suporter Real Madrid. Hasilnya mayoritas dari mereka menginginkan agar Gareth Bale hengkang meninggalkan Santiago Bernabeu.

Suporter Tidak Menginginkan Gareth Bale

Dari survey yang dilakukan, 92 persen suporter Real Madrid menginginkan agar Bale ditendang keluar dari Santiago Bernabeu. Hanya ada 8 persen suporter Los Blancos yang menginginkan agar Bale bertahan.

Selain tak diinginkan oleh suporter, Bale juga tidak diinginkan oleh pelatih Zinedine Zidane. Hal itu terlihat dari minimnya kesempatan bermain yang diberikan Zidane kepada Bale. Pada musim ini Bale terakhir kali dimainkan oleh Real Madrid adalah ketika mereka dikalahkan Rayo Vallecano dengan skor 0-1 pada 28 April 2019.

Di pertandingan terakhir atau penutup La Liga musim 2018/19 melawan Real Betis, Zidane juga hanya mencadangkan mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut. Zidane sendiri sempat berujar bahwa dirinya tidak akan memainkan Bale meskipun memiliki 4 kali kesempatan pergantian pemain. Tapi bagi kamu yang suka bermain casino atau poker, silahkan saja langsung klik lojistiksektoru.com.

Delapan Pemain Lain yang Tidak Diinginkan Suporter Real Madrid

Di bawah Bale ada nama Luca Zidane, yang tak lain adalah putra dari Zidane sendiri. Sebanyak 84 persen suporter Real Madrid menginginkan agar Luca ditendang keluar dari Santiago Bernabeu. Selain keduanya, berikut adalah nama-nama pemain yang tidak diinginakn suporter Los Blancos.

Jesus Vallejo (80%)

Marcelo (79%)

Mariano Diaz (78%)

Isco (76%)

Dani Ceballos (75%)

Toni Kroos (74%)

Termasuk Paul Pogba, Ini 4 Kandidat Kapten Manchester United

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer kini tengah dipusingkan dengan lowongnya posisi kapten tim. Hal itu setelah Antonio Valencia yang selama ini menjadi kapten Manchester United memutuskan untuk hengkang meninggalkan Old Trafford pada bursa transfer musim panas 2019.

Posisi kapten memang memiliki peranan sangat penting untuk suatu tim. Ketegasan dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang kapten akan sangat dibutuhkan ketika tim sedang dalam kondisi yang terpuruk dan bermain tanpa arah. Oleh sebab itu, memilih seorang kapten tim tidak bisa dilakukan sembarangan.

Nah, setelah Valencia hengkang, setidaknya ada 4 kandidat kuat yang bisa dipilih menjadi kapten Manchester United pada kompetisi musim depan. Keempat kandidat tersebut adalah sebagai berikut.

Ashley Young

Menurut beberapa laporan di media ternama Eropa, Ashley Young menjadi kandidat terkuat untuk ditunjuk sebagai kapten Manchester United pada kompetisi musim depan. Akan tetapi Ole juga belum bisa mengambil keputusan, karena dirinya masih harus mempertimbangkan beberapa nama lainnya.

Paul Pogba

Kandidat terkuat yang kedua adalah Paul Pogba, yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan ruang ganti Manchester United. Sementara menurut ESPN, Ole berencana menawarkan ban kapten kepada Pogba dengan tujuan untuk mencegahnya hengkang meninggalkan The Red Devils. Karena sebagaimana yang telah diketahui, dalam beberapa pekan terakhir Pogba santer dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2019.

David de Gea

Mantan bek andalan Manchester United, Wes Brown sempat memberikan pandangan bahwa David de Gea juga layak menyandang ban kapten Manchester United. Karena memang dalam beberapa musim terakhir De Gea sering menjadi pemain terbaik Manchester United. Namun sayangnya pada musim ini penampilan De Gea menurun drastis, sehingga berdampak langsung pada performa Manchester United.

Chris Smalling

Kandidat yang terakhir adalah Chris Smalling, yang juga sempat menyandang ban kapten Manchester United pada musim 2016/17 di 14 pertandingan. Bahkan ketika Manchester United berhasil meraih gelar juara Piala Liga 2017, Smalling adalah sosok kapten yang berhasil mengantarkan timnya mengalahkan Sunderland.

Nah, dari pada bingung-bingung memikitkan calon kapten Manchester United, intip aja tempat casino terpercaya di Lojistiksektoru.com dan nikmati banyak keuntungannya.

3 Fakta Dibalik Hasil Imbang Persebaya vs Kalteng Putra di Pekan Kedua Liga 1 2019

Laga pekan kedua Liga 1 2019 yang mempertemukan antara Persebaya Surabaya melawan Kalteng Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/05) malam kemarin harus berakhir dengan skor imbang 1-1. Tentu saja ini adalah hasil yang sangat mengecewakan bagi Persebaya, karena pada pertandingan itu mereka bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatiknya, Bonek Mania yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo.

Pada pertandingan itu Persebaya mampu unggul terlebih dahulu setelah Misbakus Solikin mencetak gol pada menit ke-23. Namun sangat disayangkan gawang Persebaya yang dijaga oleh Miswar Saputra harus jebol pada menit ke-26 melalui kaki Patrich Wanggai. Dengan hasil pertandingan tersebut, Persebaya masih berada di papan bawah klasemen sementara Liga 1 2019.

Selain itu, laga Persebaya vs Kalteng Putra juga menyisakan 3 fakta yang cukup menarik untuk dibahas. Ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.

Lebih Buruk dari Musim Lalu

Prestasi Persebaya pada dua pekan perdana Liga 2019 bisa dibilang lebih buruk dari musim lalu. Karena pada musim lalu Persebaya juga hanya mampu bermain imbang pada laga pekan kedua Liga 1 2018 melawan Persela Lamongan, akan tetapi hasil itu bisa dibilang lebih baik karena mereka meraihnya di kandang lawan. Selain itu, pada musim lalu Persebaya juga berhasil meraih kemenangan pada laga pekan perdana, sementara pada musim ini mereka harus menelan kekalahan di laga perdana dari Bali United dengan skor 2-1. Dari pada mengalami kekecewaan seperti Persebaya, lebih baik daftar Casino Online di 988bet.

Di Ambang Sanksi

Selain mengalami kerugian dalam segi poin, Persebaya juga dipastikan akan mengalami kerugian dari segi materi setelah berlangsungnya laga melawan Kalteng Putra. Karena pada pertandingan itu suporter mereka melakukan aksi pelemparan pada wasit Dwi Purba di penghujung pertandingan, karena dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Anggapan itu tak lepas dari keputusan wasit yang menganulir gol dari Irfan Jaya di masa injury time. Kejadian itu pun membuat Persebaya terancam sanksi denda puluhan atau bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Kejutan Tim Promosi

Tim Kalteng Putra berhasil merebut perhatian di awal kompetisi musim ini. Karena mereka berhasil meraih 4 poin dari dua pertandingan, setelah di laga sebelumnya berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-2. Menariknya lagi, 4 poin yang mereka raih semuanya berasal dari laga tandang.

Tak Kenal Umur, Ini 4 Pemain Asing Tertua di Liga 1 2019

Liga 1 2019 telah resmi bergulir sejak 15 Mei yang lalu, di mana laga perdana memainkan antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakatya. Saat ini Liga 1 2019 pun sudah menyelesaikan pekan perdana, di mana ada 27 gol yang tercipta, dan skor paling mencolok terjadi pada laga Persela Lamongan melawan Madura United di Stadion Surajaya, Lamongan, 17 Mei yang lalu. Pada pertandingan itu Madura United yang bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor telak 1-5.

Mengenai pemain asing, Liga 1 2019 kembali menerapkan aturan yang sama seperti musim sebelumnya, yakni 3+1. Yang berarti setiap tim berhak memainkan 3 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia dalam setiap pertandingan. Mayoritas klub pun menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin, karena memang pemain asing biasanya memiliki pengaruh yang besar. Berikut adalah 4 pemain asing tertua di Liga 1 2019

Yoo Hyun-koo

Yang pertama adalah nama gelandang bertahan milik Kalteng Putra asal Korea Selatan, Yoo- Hyun-koo, yang pada musim ini berusia 36 tahun. Pemain kelahiran 25 Januari 1983 itu pertama kali bermain di Indonesia dengan membela Semen Padang pada tahun 2010 yang lalu.

Paulo Sergio

Kemudian ada nama playmaker asal Portugal milik Bali United, Paulo Sergio, yang kini sudah berusia 35 tahun. Pemain kelahiran 24 Januari 1984 itu pertama kali datang ke Indonesia dengan membela Bhayangkara FC pada musim 2017/18.

Yoo Jae-hoon

Ada juga nama kiper asing Barito Putera asal Korea selatan, Yoo Jae-hoon, yang di mana dirinya adalah kelahiran 7 Juli 1983 silam. Yoo sendiri mengawali karier di sepak bola Indonesia bersama Persipura Jayapura pada tahun 2010 yang lalu.

Otavio Dutra

Kemudian yang terakhir adalah Otavio Dutra, bek asal Brasil yang kini sudah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dutra yang kini membela Persebaya Surabaya itu telah berusia 35 tahun, di mana dirinya adalah kelahiran 22 November 1983 yang lalu. Usai dinaturalisasi, Dutra juga mulai mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Bagi kamu yang ingin mendapatkan kesempatan menang lebih besar, segera Daftar Casino Online di 988bet.

Mengenaskan! Ini 3 Catatan Memalukan Real Madrid di Musim 2018/19

Real Madrid masih menjadi bahan perbincangan para pecinta sepak bola dunia. Bukan karena prestasinya, namun kali ini karena prestasinya yang menurun sangat drastis. Berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions Eropa, Real Madrid seakan kehilangan arah setelah ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo ke Juventus dan pengunduran diri pelatih Zinedine Zidane di penghujung musim 2017/18.

Meskipun akhirnya Zidane kembali, akan tetapi arsitek asal Perancis itu tak mampu mengembalikan kejayaan Los Blancos. Kompetisi musim 2018/19 pun telah usai, dan ini adalah 3 catatan mengenaskan yang ditorehkan Real Madrid di musim 2018/19.

Jumlah Kekalahan Terbanyak dalam 45 Tahun

Real Madrid mengakhiri kompetisi La Liga musim 2018/19 dengan menduduki posisi ke-3 di klasemen akhir dengan koleksi 68 poin, hasil dari 21 kemenangan, 5 kali imbang, dan 12 kekalahan. Dengan menderita kekalahan sebanyak 12 kali dalam satu musim, itu menjadi catatan terburuk Real Madrid dalam 45 tahun terakhir. Terakhir kali Los Blancos mengalami 12 kekalahan atau lebih dalam satu musim terjadi pada musim kompetisi 1973/74, di mana kala itu mereka harus menelan 13 kali kelalahan dan berada di posisi ke-8 klasemen akhir La Liga.

Selisih Poin Terjauh dengan Barcelona

Barcelona dan Real Madrid memang telah menjadi musuh bebuyutan, di mana keduanya pun silih berganti mendominasi Spanyol. Akan tetapi pada musim ini Barcelona lebih perkasa dengan menjadi juara La Liga Spanyol dengan koleksi 87 poin, unggul 19 poin dari Real Madrid yang berada di posisi ketiga.

Itu sekaligus menjadi selisih poin terjauh Real Madrid dari Barcelona. Mengalahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada musim2017/18, di mana kala itu Real Madrid tertinggal 17 poin dari Barcelona.

Kekalahan Terbesar di Eropa

Real Madrid harus mengalami masa-masa yang pahit di Liga Champions Eropa. Karena pada babak penyisihan grup mereka harus menelan kekalahan kandang dengan skor mencolok dari wakil Rusia, CSKA Moscow, yakni dengan skor 0-3. Itu sekaligus menjadi kekalahan kandang terbesar mereka di sepanjang keikutsertaan klub di kompetisi Liga Champions Eropa. Jika gak ingin mengalami kekalahan memalukan seperti Real Madrid, kamu bisa main Sbobet dan mendaftarkan dirimu disini, Winenlose.