Gantikan Ivan Kolev, Persija Tunjuk Julio Banuelos sebagai Pelatih Baru

Persija Jakarta gagal menunjukkan penampilan terbaiknya di awal musim kompetisi Liga 1 2019. Sebagai juara bertahan, tim berjuluk Macan Kemayoran itu hanya mampu meraih 1 poin dari 3 pertandingan yang telah dijalani. Pada laga pekan perdana Persija berhasil menahan imbang tuan rumah Barito Putera dengan skor 1-1, sebelum kemudian kalah 2-1 dari PSIS Semarang dan kalah 1-0 dari Bali United. Tentu saja hasil itu sama sekali tidak mencerminkan status Persija sebagai juara bertahan Liga 1.

Awal Mula Ivan Kolev Mengundurkan Diri

Hasil buruk yang dialami Persija di tiga pekan perdana Liga 1 2019 membuat suporter bereaksi keras. Mereka menuntut agar Ivan Kolev sebagai pelatih bertanggung jawab dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Kolev yang juga pernah melatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 itu pun akhirnya mengambil sikap ksatria dengan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Mei yang lalu.

Persija Tunjuk Julio Banuelos sebagai Pelatih Baru

 

Usai Kolev mundur, banyak pelatih ternama yang sempat dikaitkan dengan Persija, salah satunya adalah mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas. Akan tetapi sampai saat ini rumor itu tak kunjung menjadi kenyataan.

Beberapa waktu yang lalu asisten pelatih Persija, Mustaqim, menyebutkan inisial pelatih baru Persija. Hal itu pun seakan langsung mengakhiri spekulasi terkait kemungkinan Milla menangani Persija. Tak berselang lama kemudian tim Macan Kemayoran pun mengumumkan sosok pelatih baru mereka, yakni Julio Banuelos. Hal itu diketahui melalui postingan terbaru di akun Instagram resmi Persija.

Rekam Jejak Banuelos

Sebagai pelatih, Banuelos memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Sebelumnya ia pun memiliki pengalaman melatih di Spanyol, bersama Alaves dan Burgos. Selain itu, Banuelos juga sempat ditunjuk menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia untuk menggantikan Eduardo Perez.

Melihat rekam jejak sang pelatih, Banuelos diyakini mampu mengangkat prestasi Persija di Liga 1 2019. Untuk saat ini Persija masih duduk di posisi ke-16 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan koleksi 1 poin. Untuk kamu yang ingin mendapat lebih banyak keuntungan dari parmainan poker atau pun sbobet, terus pantengin Dothixala.net dan kunjungi Lojistiksektoru.com.

Bakal Latih AC Milan, Ini 3 Pemain Top yang Bisa Diboyong Marco Giampaolo

Dalam beberapa pekan terakhir Marco Giampaolo santer dikabarkan bakal melatih salah satu tim raksasa Italia yang tengah tertidur, AC Milan. Ia diklaim menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso dari kursi pelatih, yang di musim lalu gagal mengantarkan i Rossonerri tampil impresif.

Sebagai seorang pelatih, Giampaolo memiliki reputasi yang cukup bagus, salah satunya adalah dengan mengantarkan Sampdoria bersaing di papan tengah klasemen Serie A musim 2018/19. Dengan berbekal skuat yang tak terlalu mumpuni, dia berhasil mengantarkan Sampodia mengalahkan beberapa tim ternama, seperti Napoli, AC Milan, hingga sang juara bertahan, Juventus. Sementara jika Giampaolo resmi menangani AC Milan, ia dipastikan bakal merombak skuat i Rossonerri dengan mendatangkan beberapa pemain. Bahkan berdasarkan prediksi Giampaolo berpeluang untuk mendatangkan 3 pemain top ke San Siro pada bursa transfer musim panas tahun ini. Lantas siapa saja 3 pemain top tersebut, ini dia selengkapnya.

Patrik Schick

Nama pertama yang berpeluang mengikuti jejak Giampaolo ke AC Milan adalah penyerang AS Roma, Patrik Schick. Sang pemain juga memiliki hubungan yang cukup baik dengan Giampaolo, mengingat ia adalah pelatih yang memiliki andil besar atas kesuksesannya di sepak bola Eropa. Ya, Schick adalah pemain yang diboyong oleh Giampaolo dari klub asal Republik Ceko, Sparta Praha ke Sampdoria pada tahun 2016 yang lalu. Bersama Sampdoria, Schick berhasil menunjukkan penampilan yang mengesankan, dengan mencetak 13 gol dari 35 penampilannya sehingga membuat namanya mulai bersinar di sepak bola Eropa.

Duvan Zapata

Pada awal musim 2018/19 yang lalu Giampaolo membuat keputusan untuk mempermanenkan Duvan Zapata dari Napoli, setelah berhasil menunjukkan penampilan yang memuaskan di musim sebelumnya. Kemudian Giampaolo memutuskan untuk meminjamkan Zapata ke Atalanta pada musim 2018/19, dan hasilnya pemain berusia 28 tahun itu tampil menggila dengan mencetak 28 gol dari 48 penampilannya. Melihat kedekatan keduanya, bisa jadi Zapata adalah pemain yang bakal didatangkan Giampaolo ke AC Milan pada musim panas 2019.

Fabio Quagliarella

Pada musim 2018/19 Giampaolo berhasil menyulap bomber gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella menjadi mesin pembunuh di Serie A. Bahkan Quagliarella yang saat ini sudah berusia 36 tahun mampu keluar sebagai top skor Serie A dengan koleksi 26 gol, mengalahkan Cristiano Ronaldo yang hanya mampu mencetak 21 gol. Oleh sebab itu, Giampaolo pun berpeluang untuk memboyong Quagliarella ke San Siro jika dirinya resmi menjadi pelatih AC Milan. Untuk kamu yang ingin mendapat peluang lebih besar meraih kemenangan dalam permainan casino atau sbobet terus pantengin Dothixala.com. Untuk kamu yang ingin mendapat tips dan trik seputar casino atau pun sbobet bisa kunjungi Lojistiksektoru.com.

2 Keuntungan yang Didapat Real Madrid Usai Berhasil Datangkan Luka Jovic

Real Madrid berhasil menunjukkan pergerakan yang positif pada bursa transfer musim panas 2019. Mereka bahkan baru saja mengumumkan keberhasilannya untuk mendatangkan bomber Eintracht Frankfurt, Luka Jovic dengan nilai transfer sebesar 60 juta euro atau 955 miliar rupiah. Dari informasi yang didapat, Jovic dikontrak Real Madrid selama 6 tahun atau hingga musim panas 2025 mendatang. Meskipun sudah mencapai kata sepakat, namun Jovic masih harus melakukan beberapa proses seperti halnya tes medis, sebelum akhirnya resmi diperkenalkan di hadapan publik Santiago Bernabeu.

Kehadiran pemain berusia 21 tahun itu pun dipastikan akan menambah daya gedor Real Madrid pada musim depan. Karena meskipun masih berusia muda, namun Jovic telah berhasil menunjukkan ketajamannya di musim 2018/19, di mana dirinya sukses mencetak 17 gol di Bundesliga dan 10 gol di Liga Europa.

Selain itu, Real Madrid masih akan mendapatkan dua keuntungan lainnya dibalik keberhasilan mereka mendatangkan Jovic pada musim panas 2019. Berikut adalah informasi lengkapnya.

Ketajamannya Sudah Teruji

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Jovic berhasil mencetak total 27 gol dari 48 penampilannya bersama Eintracht Frankfurt di semua kompetisi. Bahkan dia pernah bersaing untuk mendapatkan penghargaan Sepatu Emas Eropa setelah mampu mencetak 15 gol hingga periode Februari 2019 yang lalu dan menjadi top skor sementara Bundesliga kala itu. Menariknya, 15 gol tersebut hanya dia cetak dalam rentan waktu 1600 menit. Dengan statistik tersebut bisa diketahui bahwa ketajaman Jovic pun sudah teruji. Untuk kamu yang ingin menjadi agen Sbobet langsung saja klik 988Sport.net, dapatkan banyak keuntungannya dan sudah teruji.

Masih Muda dan Bisa Terus Berkembang

Saat ini Jovic masih berusia 21 tahun, namun dirinya sudah berhasil menunjukkan beberapa catatan yang mengesankan. Kemampuannya pun diyakini masih bisa berkembang, terlebih pada musim depan dia akan bermain di bawah pelatih bertangan dingin, Zinedine Zidane dan bersama dengan banyak pemain bintang di Real Madrid.

“Bagi saya tak ada lagi keraguan, pemain seperti Luka Jovic akan semakin mematikan di depan gawang ketika bermain bersama Real Madrid atau Barcelona. Tempat di mana ia akan dibantu oleh rekan-rekan yang lebih berbakat lagi,” kata mantan arsitek Eintracht Frankfurt, Felix Magath.

Sukses Persembahkan Gelar Liga Champions, Liverpool Sodori Klopp Kontrak Baru

Jurgen Klopp baru saja berhasil mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions Eropa musim 2018/19, usai di laga final berhasil menumbangkan Tottenham Hotspur dengan skor 0-2. Ini sekaligus menjadi gelar juara Liga Champions yang keenam bagi Liverpool, sejak terakhir kali mereka meraihnya pada tahun 2005 yang lalu setelah mengalahkan AC Milan melalui drama adu penalti.

Liverpool Berjaya di Liga Premier Inggris

Tidak hanya berjaya di Liga Champions, Liverpool juga bisa dibilang berjaya di Liga Premier Inggris musim 2018/19. Karena pada musim ini Liverpool berhasil mengumpulkan 97 poin dan hanya menelan 1 kali kekalahan dari 38 pertandingan yang dijalani. Itu sekaligus menjadi poin terbanyak Liverpool di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi paling bergengsi di tanah Inggris tersebut. Namun sayangnya di akhir musim Liverpool harus mengakui keunggulan Manchester City yang berhasil mengumpulkan 98.

Liverpool Berniat Perpanjang Kontrak Jurgen Klopp

Dengan prestasi tersebut, Fenway Sports Group selaku perusahaan pemilik Liverpool dikabarkan berencana untuk memperpanjang kontrak Klopp sebagai sebuah penghargaan. Padahal saat ini Klopp masih menyisakan kontrak selama 3 tahun bersama Liverpool, atau dalam artian kontraknya bersama The Reds baru akan berakhir pada musim panas 2022 mendatang. Hanya saja Fenway Sports Group menginginkan untuk bisa bekerja sama dengan Klopp lebih lama lagi, karena arsitek asal Jerman itu terbukti memiliki kualitas.

Sedikit Cerita Tentang Klopp

Klopp adalah pelatih yang mengawali kariernya di dunia kepelatihan pada tahun 2001 yang lalu, di mana klub pertamanya adalah Mainz 05. Bersama klub tersebut Klopp juga menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pemain sepak bola profesional, dan bahkan dia pun mengakhiri kariernya bersama Mainz 05 pada tahun 2001 yang lalu.

Hampir 8 musim menangani Mainz 05, Klopp kemudian memutuskan hengkang dan melatih Borussia Dortmund pada tahun 2008. Bersama klub berjuluk Die Borussian ini lah nama Klopp mulai diperhitungkan di dunia kepelatihan, di mana dirinya sukses mempersembahkan 2 gelar juara Bundesliga dan 1 gelar juara DFB Pokal.

Sukses bersama Borussia Dortmund, Klopp kemudian mencari tantangan baru dengan menangani Liverpool pada tahun 2015 yang lalu. Bersama klub ini lah akhirnya Klopp mampu menjuarai Liga Champions Eropa yang pertama dalam kariernya, baik sebagai pemain atau pun pelatih. Kalau kamu ingin menang seperti Klopp dalam permainan Joker123, langsung saja kunjungi Scproject.net. Di sana juga ada berita sepak bola terbaru dan prediksi terpercaya.

Prediksi Juara Liga Champions Versi Ezechiel N’Douassel

Akhir pekan ini para pecinta sepak bola akan disuguhkan laga berkelas, yakni final Liga Champions yang mempertemukan antara Tottenham Hotspur melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (02/06) dini hari WIB. Laga ini dipastikan bakal berlangsung seru, terlebih kedua tim sudah menunjukkan mental juara di babak gugur atau kncok out. Ya, Tottenham Hotspur mampu bangkit dari ketertinggalan 2-0 dan mengalahkan tuan rumah Ajax Amsterdam dengan skor 2-3 dan berhak lolos ke final dengan keunggulan agresifitas gol tandang. Sementara Liverpool mampu bangkit dari ketertinggalan dengan skor telak di leg pertama melawan Barcelona dengan skor 3-0. Tanpa disangka, Liverpool bermain kesetanan dan mengalahkan Barcelona dengan skor telak 4-0 pada laga leg kedua yang berlangsung di Anfield.

Prediksi Ezechiel N’Douassel

Jelang berlangsungnya final Liga Champions, striker andalan Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel memberikan prediksinya terkait tim yang bakal memenangkan trofi tersebut. Bomber asal Chad itu memprediksi bahwa Liverpool akan mampu menumbangkan Tottenham Hotspur dan meraih gelar juara Liga Champions untuk yang keenam kalinya dalam sejarah klub.

“Liverpool akan keluar sebagai juara. Saya pikir mereka memiliki gaya permainan menyerang yang sangat cepat. Tidak hanya itu saja, mereka juga memiliki pemain hebat seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino,” ujar Ezechiel.

Dia juga memberikan prediksi skor pada laga final tersebut. “Saya pikir Liverpool akan menang 2-0 atau 3-1,” pungkasnya.

Nah, bagaimana dengan prediksimu? Kalau mau mengetahui prediksi lengkap dan infor terbaru soal sepak bola seklaian bermain Joker123, kamu bisa berkunjung ke Scproject.net.

N’Douassel Pernah Menghadapi Timnas Mesir

Di sisi lain, N’Douassel yang menjadi anggota skuat Timnas Chad juga pernah berhadapan dengan Timnas Mesir, negara asal Mohamed Salah pada 14 dan 17 November 2015 yang lalu. Namun sangat disayangkan kala itu Timnas Mesir tidak diperkuat oleh Salah, karena pelatih Hector Cuper tidak memasukkan nama Salah di dalam skuatnya. Karena memang pada periode tersebut nama Salah masih belum tenar seperti saat ini. Karena seperti diketahui, nama Salah mulai bersinar ketika membela AS Roma dan kebintangannya pun semakin terlihat sejak dirinya dibeli Liverpool pada bursa transfer musim panas 2017 yang lalu.

Karena Ini, Karius Menolak Undangan Liverpool Hadiri Final Liga Champions

Liverpool berhasil mengamankan tiket laga final Liga Champions Eropa musim 2018/19 setelah mampu menyingkirkan Barcelona di babak semi-final melalui pertandingan yang dramatis. Setelah kalah dengan skor 3-0 pada laga leg pertama yang dilangsungkan di Camp Nou, Liverpool mampu bangkit dan mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0 di laga leg kedua yang dilangsungkan di Anfield. Di laga final Liverpool akan menghadapi sesama wakil Inggris, Tottenham Hotspur yang sukses menyingkirkan tim pembunuh raksasa, Ajax Amsterdam.

Liverpool Undang Loris Karius ke Final Liga Champions

Jelang laga final tersebut, ada sebuah kabar yang menyebutkan bahwa Liverpool secara khusus mengundang Loris Karius untuk hadir di partai puncak yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (02/06) dini hari WIB. Karena Karius sendiri masih menjadi bagian dari Liverpool, mengingat dirinya hanya dipinjamkan ke Besiktas untuk memberikan tempat kepada kiper asal Brasil, Alisson Becker.

Karius Meniolak Undangan Liverpool

Akan tetapi kemudian Karius dikabarkan menolak undangan dari Liverpool. Dilansir dari Give Me Sport, kiper berusia 25 tahun tersebut menolak hadir karena tidak ingin menjadi perhatian dan merusak konsentrasi Liverpool di laga final. Terlebih Karius juga menyisakan luka yang sangat dalam bagi para penggemar Liverpool di laga final Liga Champions musim 2017/18.

Kala itu Karius dipercaya untuk menjadi penjaga gawang Liverpool di partai puncak Liga Champions melawan Real Madrid. Bukannya menunjukkan penampilan terbaiknya, Karius justru membuat dua blunder fatal yang membuat The Reds harus menelan kekalahan dengan skor 3-1 dari Real Madrid.

Blunder pertama dia lakukan setelah salah memberikan umpan kepada rekan setimnya. Bola yang dia lemparkan berhasil dipotong oleh Karim Benzema dan berujung pada gol pembuka bagi Real Madrid. Kemudian blunder kedua dia lakukan setelah salah mengantisipasi tendangan keras dari Gareth Bale. Bola yang mengarah tepat kepadanya justru tidak bisa diamankan dan memantul masuk ke dalam gawang.

Dengan kekalahan tersebut, Liverpool gagal menambah koleksi gelar juara mereka di ajang Liga Champions. Sementara kemenangan itu membuat Real Madrid mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu memenangi tiga gelar juara Liga Champions secara beruntun. Untuk kamu yang ingin menyaksikan pertandingan final Liga Champions sambil bermain Joker123, langsung saja klik Scproject.net.

Ada Unsur Persib Bandung di Tengah Keberhasilan Chelsea Juara Liga Europa

Chelsea dipastikan keluar sebagai juara Liga Europa setelah di partai puncak sukses mengalahkan Arsenal dalam derby Inggris dengan skor 4-1 di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/05) dini hari WIB. Ini menjadi trofi Liga Europa kedua yang berhasil diraih Chelsea dalam sepanjang sejarah klub, setelah sebelumnya mereka berhasil meraihnya pada tahun 2012 dengan mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 di laga puncak.

Persib Bandung Ikut Mewarnai Keberhasilan Chelsea di Liga Europa

Akan tetapi ada yang unik pada keberhasilan Chelsea meraih gelar juara Liga Europa musim ini, di mana kesuksesan mereka turut diwarnai oleh Persib Bandung. Bukan berarti Persib ikut andil dalam keberhasilan mereka, akan tetapi pada laga final tersebut turut serta hadir mantan pemain Persib yang merupakan legenda Chelsea, yakni Michael Essien.

Essien juga sempat mengunggah foto di akun Instagram pribadinya yang menunjukkan bahwa dirinya sedang berada di depan Stadion Olimpiade Baku bersama dengan ketiga rekannya. Kehadirannya di stadion pun berhasil menarik perhatian beberapa media, salah satunya adalah Optus Sport. Pada kesempatan itu Optus Sport secara eksklusif mewawancarai Essien mengenai keberhasilan Chelsea meraih gelar juara Liga Europa musim 2018/19. Untuk kamu yang ingin berhasil dan mendapat banyak keuntungan dari permainan Play1628, langsung saja klik Scproject.net.

Essien Menjadi Salah Satu Legenda Terbesar Chelsea

Kehadiran Essien ke stadion memang bukan hal yang mengejutkan. Karena dirinya tercatat sebagai salah satu legenda besar yang dimiliki oleh Chelsea, mengingat dirinya pernah bermain bersama The Blues selama 9 tahun atau tepatnya mulai tahun 2005 hingga 2014 yang lalu.

Bersama Chelsea, Essien juga berhasil mempersembahkan beberapa gelar bergengsi, salah satunya adalah gelar juara Liga Champions, yang secara level kompetisi berada satu tingkat di atas Liga Europa. Kala itu Essien berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Champions pada musim 2011/12 setelah di final mengalahkan Bayern Munich melalui drama adu penalti.

Setelah kariernya mulai meredup, Essien pun mencoba peruntungan dengan bermain di Indonesia, tepatnya bersama Persib pada tahun 2017 hingga 2018. Selama membela tim Maung Bandung, Essien berhasil mencatat 29 penampilan dan mencetak 5 gol.

3 Pemain yang Bisa Didatangkan Arsenal pada Bursa Transfer Musim Panas 2019

Pelatih kepala Arsenal, Unai Emery dikabarkan akan mendatangkan beberapa pemain di bursa transfer musim panas 2019 untuk memperkuat skuatnya menghadapi musim 2019/20. Akan tetapi Emery harus dihadapkan dalam sebuah masalah yang cukup pelik dengan minimnya anggaran transfer yang diberikan oleh klub, yakni hanya sebesar 42 juta pounds atau setara dengan 822 miliar rupiah.

Untuk mensiasati hal itu, Emery dikabarkan bakal menjual beberapa pemain demi mendapatkan tambahan dana segar pada bursa transfer musim panas 2019. Menurut informasi, nama-nama seperti Skhodran Mustafi, Carl Jenkinson, Mohamed Elneny, hingga Henrikh Mkhitaryan kemungkinan bakal dilepas Arsenal pada bursa transfer musim panas kali ini. Setelah menjual pemain-pemain tersebut, Arsenal pun bisa sedikit leluasa untuk mendatangkan pemain baru. Nah, berikut adalah 3 pemain yang berpeluang untuk direkrut Arsenal pada bursa transfer musim panas 2019.

Ben Chilwell

Nama pertama adalah bek kiri milik Leicester City, Ben Chilwell. Pemain 22 tahun itu memang menjadi pemain incaran Arsenal setelah berhasil menunjukkan penampilan yang menawan di sepanjang gelaran Liga Premier Inggris musim 2018/19 dengan mencatat 36 penampilan. Meskiupun berposisi sebagai pemain belakang, namun Ben mampu menyumbang 5 assists. Selain Arsenal, Chilwell kabarnya juga menjadi incaran Manchester City

Youri Tielemans

Selain Arsenal, nama Youri Tielemans diklaim telah menjadi incaran beberapa tim elit, salah satunya adalah Manchester United. Meskipun baru didatangkan Leicester City dengan status sebagai pemain pinjaman pada Januari 2019 yang lalu dari AS Monaco, namun Youri telah berhasil menunjukkan penampilan apik dengan mencetak 3 gol dan menyumbang 5 assists dari 13 penampilannya di Liga Premier Inggris. Oleh sebab itu, Youri dianggap telah cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.

Nicolas Pepe

Arsenal sebenarnya sudah mengincar tanda tangan Nicolas Pepe sejak musim dingin 2019, hanya saja sang pemain kemudian memilih untuk bertahan. Pada bursa transfer musim panas kali ini Arsenal kembali menunjukkan minatnya setelah Pepe mampu mencetak 22 gol dan menyumbang 11 assists dari 37 penampilannya di Ligue 1. Akan tetapi tidak hanya Arsenal, karena Pepe juga diminati beberapa tim besar lainnya seperti Liverpool, Bayern Munchen, dan Chelsea. Dari kabar yang beredar, klub pemilik Pepe, Lille, diklaim hanya akan melepas sang pemain dengan nilai transfer minimal 1,2 triliun rupiah. Untuk kamu yang ingin melepas penat dan ingin bermain sbobet, bisa langsung kunjungi Liveroulettesbobet.org dan langsung dapatkan keuntungannya.

Ronaldo Sebut 3 Pemain yang Lebih Layak Menangkan Ballon d’Or dari pada Messi

Sebelum Luka Modric berhasil memenangkan Ballon d’Or 2018, dalam 10 tahun terakhir penghargaan paling bergengsi bagi para pemain sepak bola itu berhasil dikuasai oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dua pesepakbola super itu sama-sama berhasil mengoleksi 5 kali penghargaan Ballon d’Or di sepanjang kariernya. Ronaldo memenangkannya pada tahun 2008, 2013, 2014, 2016, dan 2017. Sementara Messi telah memenangkannya pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

Pada tahun lalu Modric menjadi pemain pertama yang berhasil memecah dominasi tersebut. Ronaldo yang juga kala itu rekan setim Modric di Real Madrid hanya berada di posisi kedua dengan koleksi 478 poin. Sementara Messi yang masih tetap bermain bersama Barcelona hanya duduk di posisi ke-5 dengan koleksi 280 poin.

Lionel Messi Kembali Diunggulkan

Sementara pada tahun ini nama Messi kembali diunggulkan untuk memenangkan Ballon d’Or 2019. Karena pemain asal Argentina itu berhasil tampil menawan dengan mengantarkan Barcelona menjadi juara La Liga dan menjadi top skor dengan koleksi 36 gol. Tidak hanya itu, Messi juga masih berada di daftar puncak top skor Liga Champions dengan koleksi 12 gol. Sementara Messi juga berhasil mengantarkan Barcelona melaju ke semi-final Liga Champions musim ini sebelum akhirnya disingkirkan oleh Liverpool.

Cristiano Ronaldo Berada Jauh di Bawah Messi

Dengan demikian, Ronaldo pun berada jauh di bawah pencapaian Messi di musim ini. Karena Ronaldo yang pindah ke Juventus pada musim panas 2018 itu hanya mampu mencetak 21 gol di Serie A dan berada di posisi ke-4 dalam daftar top skor. Pemain asal Portugal itu juga hanya mampu membawa timnya melaju hingga ke babak 8 besar Liga Champions setelah disingkirkan oleh Ajax Amsterdam.

Ronaldo Sebut 3 Pemain Liverpool Lebih Layak Menangkan Ballon d’Or

Kemudian Ronaldo pun menyebut bahwa penghargaan Ballon d’Or tahun ini lebih layak dimenangkan oleh tiga pemain Liverpool, yakni Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Virgil van Dijk. Karena Salah dan Mane sama-sama menjadi top skor Liverpool di Liga Champions dengan koleksi 4 gol, dan keduanya juga menjadi top skor Liga Premier Inggris dengan koleksi 22 gol. Tak kalah hebat dari kedua rekannya, Van Dijk juga berhasil dinobatkan sebagai Premier League Player of the Season 2018/19.

Jika Liverpool berhasil menjadi juara Liga Champions musim ini dengan mengalahkan Tottenham Hotspur, Ronaldo pun memprediksi bahwa salah satu dari ketiganya akan memenangkan Ballon d’Or tahun 2019. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Liga Champions dan casino atau pun sbobet, kamu bisa langsung kunjungi Liveroulettesbobet.org.

Prediksi Bhayangkara FC vs Barito Putera, Duel Dua Tim Terluka

Bhayangkara FC akan melawan Barito Putera pada laga pekan ke-3 Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Selasa (28/05) malam mulai pukul 20:30 WIB. Laga ini bisa disebut juga sebagai duel dua tim yang terluka, mengingat keduanya sama-sama menelan kekalahan di laga terakhir.

Bhayangkara FC

Musim ini Bhayangkara FC sempat mengawali dengan hasil yang cukup manis, di mana mereka mampu menahan imbang tuan rumah Borneo FC dengan skor 1-1. Akan tetapi kemudian penampilan mereka mengalami penurunan di laga kedua melawan Bali United. Hasilnya pun bisa ditebak, mereka gagal menghalau serangan Bali United dan harus mengakhiri laga dengan kekalahan 1-0.

Atas hasil tersebut, Bhayangkara FC pun harus rela menempati posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 1 poin dari dua pertandingan. Akan tetapi kini Bhayangkara FC memiliki kesempatan yang besar untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen. Karena pada laga pekan ke-3 Liga 1 2019 mereka akan menjalani pertandingan melawan Barito Putera di kandangnya sendiri. Dari pada mengalami nasib yang mengenaskan seperti Bhayangkara FC, langsung saja kunjungi situs casino terpercaya di Liveroulettesbobet.org dan dapatkan banyak keuntungannya.

Untuk bisa mengalahkan Barito Putera, pelatih Angel Alfredo Vera harus mampu menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih disiplin. Karena Barito Putera memiliki pemain yang cukup lincah di sisi sayap. Untuk soal formasi, Alfredo nampaknya akan menggunakan 4-3-3 dengan Ramiro Fergonzi sebagai ujung tombak. Namun sangat disayangkan, pada laga nanti Bhayangkara FC dipastikan tidak akan memainkan Alsan Sanda yang terkena kartu merah di laga pamungkas.

Barito Putera

Di sisi lain Barito Putera juga tidak mengawali musim ini dengan hasil yang mengesankan. Menjalani dua laga kandang, tim besutan Jakcsen Tiago itu hanya mampu meraih 1 poin dan terpaksa duduk di posisi ke-14 klasemen sementara. Di laga terakhir mereka kalah 0-1 dari Madura United.

Jika melihat skuat yang mereka miliki, tentu saja duduk di papan bawah bukanlah hal yang wajar untuk Barito Putera. Oleh sebab itu, pada laga kali ini coach Jacksen nampaknya akan menargetkan minimal hasil imbang demi bisa memperbaiki peringkat.

Pada laga nanti Barito Putera dituntut untuk mewaspadai pergerakan Flávio Beck Júnior. Karena dari dua pertandingan yang telah dijalani Bhayangkara FC, Flavio memiliki peran yang sentral dalam mengatur serangan. Oleh sebab itu, gaya permainan Bhayangkara FC tidak akan berjalan maksimal jika pergerakan Flavio dimatikan.

Pada laga nanti Jacksen kemungkinan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Renan Silva di lini depan.

Head to Head Bhayangkara FC vs Barito Putera

23/09/2018 Bhayangkara FC 2-2 Barito Putera

29/04/2018 Barito Putera 3-1 Bhayangkara FC

09/03/2018 Bhayangkara FC 1-2 Barito Putera

16/10/2017 Barito Putera 1-0 Bhayangkara FC

05/07/2017 Bhayangkara FC 0-1 Barito Putera

Lima Pertandingan Terakhir Bhayangkara FC

21/05/2019 Bali United 1-0 Bhayangkara FC

17/05/2019 Borneo FC 1-1 Bhayangkara FC

03/05/2019 PSM Makassar 2-0 Bhayangkara FC

27/04/2019 Bhayangkara FC 4-2 PSM Makassar

30/03/2019 Bhayangkara FC 0-4 Arema Malang

Lima Pertandingan Terakhir Barito Putera

24/05/2019 Barito Putera 0-1 Madura United

21/05/2019 Barito Putera 1-1 Persija Jakarta

13/03/2019 Barito Putera 1-1 Persela Lamongan

09/03/2019 Barito Putera 3-1 Persita Tangerang

05/03/2019 Arema FC 3-2 Barito Putera

Prediksi Line Up Bhayangkara FC vs Barito Putera

Bhayangkara FC: Awan Setho; Putu Gede, Indra Kahfi, Anderson Salles, Muhammad Fatchurohman, Flavio Beck, Muhammad Hargianto, Lee Yoo-joon, Dendy Sulistyawan, Wahyu Suboseto, Ramiro Fergonzi.

Barito Putera: Muhammad Riyandi; Andri Ibo, Lucas Silva, Artur Vieira, Donny Monim, Roni Beroperay, Paulo Sitanggang, Evan Dimas Darmono, Rizky Pora, Friska Womsiwor, Rafael Silva.

Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Barito Putera: 1-0