Marc Klok Diambang Gabung Timnas Indonesia, 3 Kelemahan Ini Bisa Jadi Penghalang

Baru-baru ini pelatih kepala Timnas Indonesia, Simon McMenemy membuat kejutan dengan memasukkan nama gelandang PSM Makassar, Marc Klok dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi dua laga uji coba pada FIFA Matchday bulan Juni mendatang. Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan bakal melawan tuan rumah Jordania pada 11 Juni dan 4 hari kemudian akan melawan Vanuatu.

Pemanggilan Klok memang sangat mengejutkan, di mana pemain tersebut masih berstatus warga negara Belanda sehingga tidak memiliki hak untuk membela Timnas Indonesia. Namun berdasarkan informasi, Klok hanya akan mengikuti latihan bersama dan tidak masuk ke dalam skuat. Pemanggilan Klok sendiri disinyalir agar pemain 26 tahun itu terbiasa dengan atmosfer Timnas Indonesia, karena memang dirinya juga memiliki peluang besar untuk membela tim Garuda. Karena seperti diketahui, Klok kini tengah menunggu proses naturalisasinya rampung.

Akan tetapi jika Klok benar-benar membela Timnas Indonesia, ada 3 kelemahan pada dirinya yang harus diwaspadai oleh coach Simon. Ketiga kelemahan tersebut adalah sebagai berikut.

Jam Terbang Internasional Minim

Klok memang memiliki pengalaman bermain di level Eropa, di mana dirinya sempat bermain bersama FC Utrecht (Belanda), Oldham Athletic (Inggris), Ross County (Skotlandia), dan Dundee FC (Skotlandia). Meskipun demikian Klok bisa dibilang sangat minim pengalaman bermain di level internasional. Karena menurut catatan Transfermarkt, Klok belum pernah sekali pun membela suatu timnas termasuk di kelompok umur. Tentu saja hal ini harus diwaspadai oleh Simon, karena bisa jadi Klok tidak memiliki mental bertanding di level internasional.

Proses Adaptasi Butuh Waktu Lama

Klok disinyalir akan memerlukan proses adaptasi yang lebih lama di Timnas Indonesia. Selain karena belum memiliki pengalaman di level internasional, Klok juga harus beradaptasi dengan strategi yang diterapkan oleh coach Simon. Karena meskipun telah dua musim bermain di Indonesia, namun Klok belum sekali pun dilatih oleh Simon.

Hubungan Buruk dengan Beto Goncalves

Kelemahan yang terakhir adalah Klok memiliki hubungan yang buruk dengan Beto Goncalves. Karena pada kompetisi musim 2018 yang lalu Klok sempat terlibat pertengkaran dengan Beto ketika sedang membela klubnya masing-masing. Klok yang saat itu membela PSM bersitegang dengan Beto yang membela Sriwijaya FC. Dari pada harus terus bersitegang, mending intip aja Lojistiksektoru.com, pusat informasi bola dan casino terpercaya di Indonesia.

Benahi Tim, Manchester United Ingin Datangkan 5 Pemain Baru

Manchester United berubah menjadi tim semenjana pada musim kompetisi 2018/19, di mana mereka kembali puasa gelar seperti musim sebelumnya. Di Liga Premier Inggris pun Manchester United hanya duduk di posisi ke-6 klasemen akhir dan dipastikan gagal merumput di Liga Champions musim depan.

Untuk membenahi hal itu, pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer dikabarkan telah menemui petinggi klub untuk memberitahu siapa saja pemain yang akan dilepas. Pada bursa transfer musim panas 2019, Manchester United dipastikan akan kehilangan Ander Herrera dan Antonio Valencia dengan status bebas transfer. Kemudian Marcos Rojo, Matteo Darmian, Juan Mata, dan Romelu Lukaku diklaim bakal dijual pada bursa transfer musim panas nanti.

Manchester United Ingin Datangkan Lima Pemain Baru

Jika Ole berhasil melakukan hal tersebut, maka dia ingin mendatangkan lima pemain baru demi memperkuat skuatnya di kompetisi musim depan. Dilansir dari Mirror, klub berjuluk The Red Devils itu ingin mendatangkan bek Leicester City, Harry Maguire serta bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Kemudian pelatih asal Norwegia itu juga dikabarkan ingin mendatangkan pemain muda milik Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka, winger Swansea City, Daniel James, dan bomber andalan Lille, Nicolas Pepe.

Manchester United Masih Berharap pada Jadon Sancho

Selain itu, Manchester United juga dikabarkan masih menaruh harapan untuk bisa mendatangkan pemain muda andalan Borussia Dortmund, Jadon Sancho, yang diperkirakan bernilai 100 juta pounds atau setara 1,8 triliun rupiah. Akan tetapi peluang Manchester United untuk mendatangkan Sancho bisa dibilang sangat kecil, karena mereka gagal lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Menyikapi hal itu, Ole diklaim ingin mendatangkan gelandang PSG yang kini tengah berstatus bebas transfer, Adrien Rabiot. Lebih lanjut, sang pelatih juga telah menjadikan pemain muda West Ham United, Declan Rice sebagai alternatif yang di mana pemain berusia 20 tahun itu diklaim memiliki nilai transfer sebesar 50 juta pounds atau setara dengan 914 miliar rupiah.

Bagaimana, bisakah Ole mewujudkan rencananya di bursa transfer musim panas? Sambil menunggu update transfer Manchester United, kunjungi saja Lojistiksektoru.com dan dapatkan banyak keuntungannya.

Termasuk Gareth Bale, Ini 9 Pemian yang Tidak Diinginkan Suporter Real Madrid

Musim 2018/19 bisa dibilang adalah masa-masa kelam yang dialami oleh Real Madrid. Berstatus juara bertahan Liga Champions, Real Madrid justru harus terseok-seok dan dipastikan puasa gelar pada musim ini. Selama musim 2018/19, Real Madrid juga telah melakukan pergantian pelatih sebanyak 3 kali, namun hal itu sama sekali belum mampu mengangkat performa Los Blancos.

Oleh sebab itu, Real Madrid dipastikan bakal melakukan perombakan skuat besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2019. Beberapa pemain ternama pun sudah masuk dalam incaran, seperti Eden Hazard, Paul Pogba, Nyemar, hingga Kylian Mbappe. Jika banyak pemain yang berhasil didatangkan, tentu saja mau tidak mau Real Madrid juga harus menjual beberapa pemainnya demi menyeimbangkan skuat dan kondisi keuangan klub.

Terkait siapa saja pemain yang harus pergi dari Santiago Bernabeu, media ternama Spanyol, Marca melakukan jajak pendapat kepada para suporter Real Madrid. Hasilnya mayoritas dari mereka menginginkan agar Gareth Bale hengkang meninggalkan Santiago Bernabeu.

Suporter Tidak Menginginkan Gareth Bale

Dari survey yang dilakukan, 92 persen suporter Real Madrid menginginkan agar Bale ditendang keluar dari Santiago Bernabeu. Hanya ada 8 persen suporter Los Blancos yang menginginkan agar Bale bertahan.

Selain tak diinginkan oleh suporter, Bale juga tidak diinginkan oleh pelatih Zinedine Zidane. Hal itu terlihat dari minimnya kesempatan bermain yang diberikan Zidane kepada Bale. Pada musim ini Bale terakhir kali dimainkan oleh Real Madrid adalah ketika mereka dikalahkan Rayo Vallecano dengan skor 0-1 pada 28 April 2019.

Di pertandingan terakhir atau penutup La Liga musim 2018/19 melawan Real Betis, Zidane juga hanya mencadangkan mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut. Zidane sendiri sempat berujar bahwa dirinya tidak akan memainkan Bale meskipun memiliki 4 kali kesempatan pergantian pemain. Tapi bagi kamu yang suka bermain casino atau poker, silahkan saja langsung klik lojistiksektoru.com.

Delapan Pemain Lain yang Tidak Diinginkan Suporter Real Madrid

Di bawah Bale ada nama Luca Zidane, yang tak lain adalah putra dari Zidane sendiri. Sebanyak 84 persen suporter Real Madrid menginginkan agar Luca ditendang keluar dari Santiago Bernabeu. Selain keduanya, berikut adalah nama-nama pemain yang tidak diinginakn suporter Los Blancos.

Jesus Vallejo (80%)

Marcelo (79%)

Mariano Diaz (78%)

Isco (76%)

Dani Ceballos (75%)

Toni Kroos (74%)

Termasuk Paul Pogba, Ini 4 Kandidat Kapten Manchester United

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer kini tengah dipusingkan dengan lowongnya posisi kapten tim. Hal itu setelah Antonio Valencia yang selama ini menjadi kapten Manchester United memutuskan untuk hengkang meninggalkan Old Trafford pada bursa transfer musim panas 2019.

Posisi kapten memang memiliki peranan sangat penting untuk suatu tim. Ketegasan dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang kapten akan sangat dibutuhkan ketika tim sedang dalam kondisi yang terpuruk dan bermain tanpa arah. Oleh sebab itu, memilih seorang kapten tim tidak bisa dilakukan sembarangan.

Nah, setelah Valencia hengkang, setidaknya ada 4 kandidat kuat yang bisa dipilih menjadi kapten Manchester United pada kompetisi musim depan. Keempat kandidat tersebut adalah sebagai berikut.

Ashley Young

Menurut beberapa laporan di media ternama Eropa, Ashley Young menjadi kandidat terkuat untuk ditunjuk sebagai kapten Manchester United pada kompetisi musim depan. Akan tetapi Ole juga belum bisa mengambil keputusan, karena dirinya masih harus mempertimbangkan beberapa nama lainnya.

Paul Pogba

Kandidat terkuat yang kedua adalah Paul Pogba, yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan ruang ganti Manchester United. Sementara menurut ESPN, Ole berencana menawarkan ban kapten kepada Pogba dengan tujuan untuk mencegahnya hengkang meninggalkan The Red Devils. Karena sebagaimana yang telah diketahui, dalam beberapa pekan terakhir Pogba santer dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2019.

David de Gea

Mantan bek andalan Manchester United, Wes Brown sempat memberikan pandangan bahwa David de Gea juga layak menyandang ban kapten Manchester United. Karena memang dalam beberapa musim terakhir De Gea sering menjadi pemain terbaik Manchester United. Namun sayangnya pada musim ini penampilan De Gea menurun drastis, sehingga berdampak langsung pada performa Manchester United.

Chris Smalling

Kandidat yang terakhir adalah Chris Smalling, yang juga sempat menyandang ban kapten Manchester United pada musim 2016/17 di 14 pertandingan. Bahkan ketika Manchester United berhasil meraih gelar juara Piala Liga 2017, Smalling adalah sosok kapten yang berhasil mengantarkan timnya mengalahkan Sunderland.

Nah, dari pada bingung-bingung memikitkan calon kapten Manchester United, intip aja tempat casino terpercaya di Lojistiksektoru.com dan nikmati banyak keuntungannya.

3 Fakta Dibalik Hasil Imbang Persebaya vs Kalteng Putra di Pekan Kedua Liga 1 2019

Laga pekan kedua Liga 1 2019 yang mempertemukan antara Persebaya Surabaya melawan Kalteng Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (21/05) malam kemarin harus berakhir dengan skor imbang 1-1. Tentu saja ini adalah hasil yang sangat mengecewakan bagi Persebaya, karena pada pertandingan itu mereka bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatiknya, Bonek Mania yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo.

Pada pertandingan itu Persebaya mampu unggul terlebih dahulu setelah Misbakus Solikin mencetak gol pada menit ke-23. Namun sangat disayangkan gawang Persebaya yang dijaga oleh Miswar Saputra harus jebol pada menit ke-26 melalui kaki Patrich Wanggai. Dengan hasil pertandingan tersebut, Persebaya masih berada di papan bawah klasemen sementara Liga 1 2019.

Selain itu, laga Persebaya vs Kalteng Putra juga menyisakan 3 fakta yang cukup menarik untuk dibahas. Ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.

Lebih Buruk dari Musim Lalu

Prestasi Persebaya pada dua pekan perdana Liga 2019 bisa dibilang lebih buruk dari musim lalu. Karena pada musim lalu Persebaya juga hanya mampu bermain imbang pada laga pekan kedua Liga 1 2018 melawan Persela Lamongan, akan tetapi hasil itu bisa dibilang lebih baik karena mereka meraihnya di kandang lawan. Selain itu, pada musim lalu Persebaya juga berhasil meraih kemenangan pada laga pekan perdana, sementara pada musim ini mereka harus menelan kekalahan di laga perdana dari Bali United dengan skor 2-1. Dari pada mengalami kekecewaan seperti Persebaya, lebih baik daftar Casino Online di 988bet.

Di Ambang Sanksi

Selain mengalami kerugian dalam segi poin, Persebaya juga dipastikan akan mengalami kerugian dari segi materi setelah berlangsungnya laga melawan Kalteng Putra. Karena pada pertandingan itu suporter mereka melakukan aksi pelemparan pada wasit Dwi Purba di penghujung pertandingan, karena dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Anggapan itu tak lepas dari keputusan wasit yang menganulir gol dari Irfan Jaya di masa injury time. Kejadian itu pun membuat Persebaya terancam sanksi denda puluhan atau bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Kejutan Tim Promosi

Tim Kalteng Putra berhasil merebut perhatian di awal kompetisi musim ini. Karena mereka berhasil meraih 4 poin dari dua pertandingan, setelah di laga sebelumnya berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-2. Menariknya lagi, 4 poin yang mereka raih semuanya berasal dari laga tandang.

Tak Kenal Umur, Ini 4 Pemain Asing Tertua di Liga 1 2019

Liga 1 2019 telah resmi bergulir sejak 15 Mei yang lalu, di mana laga perdana memainkan antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakatya. Saat ini Liga 1 2019 pun sudah menyelesaikan pekan perdana, di mana ada 27 gol yang tercipta, dan skor paling mencolok terjadi pada laga Persela Lamongan melawan Madura United di Stadion Surajaya, Lamongan, 17 Mei yang lalu. Pada pertandingan itu Madura United yang bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor telak 1-5.

Mengenai pemain asing, Liga 1 2019 kembali menerapkan aturan yang sama seperti musim sebelumnya, yakni 3+1. Yang berarti setiap tim berhak memainkan 3 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia dalam setiap pertandingan. Mayoritas klub pun menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin, karena memang pemain asing biasanya memiliki pengaruh yang besar. Berikut adalah 4 pemain asing tertua di Liga 1 2019

Yoo Hyun-koo

Yang pertama adalah nama gelandang bertahan milik Kalteng Putra asal Korea Selatan, Yoo- Hyun-koo, yang pada musim ini berusia 36 tahun. Pemain kelahiran 25 Januari 1983 itu pertama kali bermain di Indonesia dengan membela Semen Padang pada tahun 2010 yang lalu.

Paulo Sergio

Kemudian ada nama playmaker asal Portugal milik Bali United, Paulo Sergio, yang kini sudah berusia 35 tahun. Pemain kelahiran 24 Januari 1984 itu pertama kali datang ke Indonesia dengan membela Bhayangkara FC pada musim 2017/18.

Yoo Jae-hoon

Ada juga nama kiper asing Barito Putera asal Korea selatan, Yoo Jae-hoon, yang di mana dirinya adalah kelahiran 7 Juli 1983 silam. Yoo sendiri mengawali karier di sepak bola Indonesia bersama Persipura Jayapura pada tahun 2010 yang lalu.

Otavio Dutra

Kemudian yang terakhir adalah Otavio Dutra, bek asal Brasil yang kini sudah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dutra yang kini membela Persebaya Surabaya itu telah berusia 35 tahun, di mana dirinya adalah kelahiran 22 November 1983 yang lalu. Usai dinaturalisasi, Dutra juga mulai mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Bagi kamu yang ingin mendapatkan kesempatan menang lebih besar, segera Daftar Casino Online di 988bet.

Mengenaskan! Ini 3 Catatan Memalukan Real Madrid di Musim 2018/19

Real Madrid masih menjadi bahan perbincangan para pecinta sepak bola dunia. Bukan karena prestasinya, namun kali ini karena prestasinya yang menurun sangat drastis. Berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions Eropa, Real Madrid seakan kehilangan arah setelah ditinggalkan oleh Cristiano Ronaldo ke Juventus dan pengunduran diri pelatih Zinedine Zidane di penghujung musim 2017/18.

Meskipun akhirnya Zidane kembali, akan tetapi arsitek asal Perancis itu tak mampu mengembalikan kejayaan Los Blancos. Kompetisi musim 2018/19 pun telah usai, dan ini adalah 3 catatan mengenaskan yang ditorehkan Real Madrid di musim 2018/19.

Jumlah Kekalahan Terbanyak dalam 45 Tahun

Real Madrid mengakhiri kompetisi La Liga musim 2018/19 dengan menduduki posisi ke-3 di klasemen akhir dengan koleksi 68 poin, hasil dari 21 kemenangan, 5 kali imbang, dan 12 kekalahan. Dengan menderita kekalahan sebanyak 12 kali dalam satu musim, itu menjadi catatan terburuk Real Madrid dalam 45 tahun terakhir. Terakhir kali Los Blancos mengalami 12 kekalahan atau lebih dalam satu musim terjadi pada musim kompetisi 1973/74, di mana kala itu mereka harus menelan 13 kali kelalahan dan berada di posisi ke-8 klasemen akhir La Liga.

Selisih Poin Terjauh dengan Barcelona

Barcelona dan Real Madrid memang telah menjadi musuh bebuyutan, di mana keduanya pun silih berganti mendominasi Spanyol. Akan tetapi pada musim ini Barcelona lebih perkasa dengan menjadi juara La Liga Spanyol dengan koleksi 87 poin, unggul 19 poin dari Real Madrid yang berada di posisi ketiga.

Itu sekaligus menjadi selisih poin terjauh Real Madrid dari Barcelona. Mengalahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada musim2017/18, di mana kala itu Real Madrid tertinggal 17 poin dari Barcelona.

Kekalahan Terbesar di Eropa

Real Madrid harus mengalami masa-masa yang pahit di Liga Champions Eropa. Karena pada babak penyisihan grup mereka harus menelan kekalahan kandang dengan skor mencolok dari wakil Rusia, CSKA Moscow, yakni dengan skor 0-3. Itu sekaligus menjadi kekalahan kandang terbesar mereka di sepanjang keikutsertaan klub di kompetisi Liga Champions Eropa. Jika gak ingin mengalami kekalahan memalukan seperti Real Madrid, kamu bisa main Sbobet dan mendaftarkan dirimu disini, Winenlose.

Real Madrid Pastikan Perpanjang Kontrak Toni Kroos Hingga 2023

Saat ini para pendukung Real Madrid mungkin masih dalam suasana duka, setelah tim kebanggaan mereka harus menutup kompetisi Bundesliga musim 2018/19 dengan menelan kekalahan 0-2 dari Real Betis di Santiago Bernabeu. Tentu saja kekalahan ini di luar dugaan, mengingat di atas kertas Real Madrid memiliki skuat yang jauh lebih mentereng.

Akan tetapi kesedihan para fans Real Madrid dipastikan tidak akan berlangsung lama, karena baru-baru ini mereka mendapat kabar bahagia menyusul kepastian pihak klub untuk memperpanjang kontrak gelandang andalan mereka asal Jerman, Toni Kroos. Mantan pemain Bayern Munich itu memperpanjang kontraknya di Real Madrid hingga tahun 2023 mendatang.

“Toni Kroos telah sepakat untuk menandatangani kontrak lebih lama di Real Madrid hingga tahun 2023,” tulis di laman resmi milik Real Madrid.

Kepastian itu seakan membuyarkan semua rumor yang menyangkut tentang dirinya di bursa transfer musim panas 2019. Karena sebelumnya banyak yang mengabarkan bahwa Kroos akan pergi meninggalkan Real Madrid dan bermain di Liga Perancis bersama Paris Saint-Germain. Rumor itu muncul seiring dengan menurunnya prestasi Los Blancos di musim 2018/19.

Didatangkan Real Madrid Tahun 2014

Kroos yang sebelumnya menjadi pemain andalan Bayern Munich itu sepakat untuk pindah ke Real Madrid pada musim panas 2014 yang lalu. Sejak saat itu Kroos selalu mengambil peran penting di lini tengah Real Madrid, dan turut serta menyumbangkan tiga gelar juara Liga Champions untuk pasukan putih dalam tiga musim terakhir. Selain itu, ia juga berhasil mempersembahkan gelar juara La Liga pada musim 2016/17 yang lalu. Nmun jika ingin bermain Sbobet dengan mendapat banyak keuntungan, kamu bisa mendaftarkan dirimu disini, Winenlose.

Statistik Toni Kroos Musim Ini

Pada musim ini Kroos kembali berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya di lini tengah Real Madrid. Meskipun prestasi Los Blancos menurun, namun sebenarnya Kroos sama sekali tidak kehilangan daya magisnya di lini tengah. Sejauh musim ini pemain berusia 29 tahun itu berhasil mencatat 43 penampilan di semua kompetisi dengan catatan waktu bermain 3.431 menit, mencetak 1 gol dan menyumbang 6 assists. Kroos juga bisa dibilang sebagai pemain yang sportif, di mana sejauh musim ini dirinya hanya menerima 2 kartu kuning.

Prediksi Bali United vs Bhayangkara FC, Tuan Rumah Ingin Teruskan Tren Positif

Bali United dijadwalkan bakal menghadapi Bhayangkara FC pada laga pekan ke-2 Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (21/05) malam mulai pukul 21:30 WIB. Tentu saja melawan Bhayangkara FC bukan perkara mudah, terlebih tim milik kepolisian itu pernah menjadi juara Liga 1 2017.

Bali United

Pada pertandingan ini sendiri Bali United lebih diuntungkan dari pada Bhayangkara FC. Karena mereka akan kembali menjalani pertandingan di hadapan ribuan suporter fanatiknya di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tidak hanya itu, jelang laga kali ini Bali United juga mendapat modal apik setelah di laga pekan perdana berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1. Pada pertandingan itu Ilija Spasojevic dan Paulo Sergio berhasil menjadi pahlawan setelah masing-masing mencetak 1 gol. Dengan kemenangan itu, mental bertanding para pemain Bali United dipastikan semakin meningkat.

Pada pertandingan nanti Bali United diprediksi akan kembali memainkan skuat terbaiknya. Pelatih Stefano Cugurra Teco kemungkinan besar bakal memainkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan trio Stefano Lilipaly, Spasojevic, dan Yabes Roni Malaifani di lini depan. Untuk lini tengah kembali dipercayakan pada Sergio.

Untuk bisa memenangkan pertandingan, Bali United harus mewaspadai pergerakan lincah dari dua pemain Persebaya, Ilham Udin Armayn dan Dendi Sulistyawan. Mereka juga dituntut untuk bisa mematikan pergerakan M. Hargianto di lini tegah.

Bhayangkara FC

Di sisi lain, Bhayangkara FC datang ke Bali juga dengan membawa modal yang cukup apik di laga pekan perdana. Karena mereka mampu menahan imbang tuan rumah Borneo FC dengan skor 1-1, di mana striker Argentina, Romero Fergonzi berhasil menjadi pahlawan setelah mencetak gol di masa injury time babak yang kedua.

Meskipun demikian, Fergonzi nampaknya masih tidak akan dimainkan sebagai starter pada laga nanti. Karena pelatih Angel Alfredo Vera menyadari bahwa pemain 30 tahun itu masih membutuhkan adaptasi.

Untuk bisa setidaknya menahan imbang Bali United, maka Bhayangkara FC harus mampu mengawasi pergerakan Spasojevic dan Lilipaly. Karena kedua pemain itu sering kali berhasil menempatkan posisinya dalam situasi yang menguntungkan. Sementara bagi kamu yang ingin bermain Sbobet dan mendapat keuntungan besar, bisa klik Link Alternatif Sbobet di Winenlose.

Head to Head Bali United vs Bhayangkara FC

15/03/2019 Bhayangkara FC 4-1 Bali United

09/12/2018 Bhayangkara FC 2-0 Bali United

22/07/2018 Bali United 2-3 Bhayangkara FC

30/09/2017 Bhayangkara FC 3-2 Bali United

10/06/2017 Bali United 1-3 Bhayangkara FC

Lima Pertandingan Terakhir Bali United

16/05/2019 Bali United 2-1 Persebaya Surabaya

05/05/2019 Persija Jakarta 1-0 Bali United

26/04/2019 Bali United 2-1 Persija Jakarta

15/03/2019 Bhayangkara FC 4-1 Bali United

12/03/2019 Semen Padang 1-2 Bali United

Lima Pertandingan Terakhir Bhayangkara FC

16/05/2019 Borneo FC 1–1 Bhayangkara FC

03/05/2019 PSM Makassar 2-0 Bhayangkara FC

27/04/2019 Bhayangkara FC 4-2 PSM Makassar

30/03/2019 Bhayangkara FC 0-4 Arema Malang

15/03/2019 Bhayangkara FC 4-1 Bali United

Prediksi Line Up Bali United vs Bhayangkara FC

Bali United: Wawan Hendrawan; I Made Andhika Wijaya, Leonard Tupamahu, Willian Silva Costa Pachecho, Ricky Fajrin Saputra, Brwa Nouri, Paulo Sérgio Moreira Gonçalves, Fadhil Sausu, Yabes Roni Malaifani, Stefano Lilipaly, Llija Spacojevic.

Pelatih: Stefano Cugurra Teco.

Bhayangkara FC: Awan Setho Raharjo; I Putu Gede Juni Antara, Reksa Maulana, Dendy Sulistyawan, Anderson Salles, Flávio Beck Júnior, Muhammad Hargianto, Ilham Udin Armayn, Alsan Sanda, Muhammad Rochman, Dendi Sulistyawan.

Pelatih: Angel Alfredo Vera.

Prediksi Skor Bali United vs Bhayangkara FC: 1 – 0

Hajar Eintracht Frankfurt, Bayern Munich Juara Bundesliga Musim 2018/19

Bayern Munich dipastikan kembali menjadi juara Bundesliga musim 2018/19, setelah di pertandingan terakhir mereka mampu mengalahkan tamunya, Eintracht Frankfurt dengan skor telak 5-1 di Allianz Arena, Sabtu (19/05) malam WIB. Atas hasil itu, Bayern Munich berhasil mengoleksi 78 poin, unggul 2 poin dari Borussia Dortmund yang berada di posisi kedua dan juga berhasil meraih kemenangan pada laga pekan ke-34. Ini sekaligus menjadi gelar ketujuh Bayern Munich secara beruntun di Bundesliga.

Bayern Munich 5 – 1 Eintracht Frankfurt

Bayern Munich sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjadi juara Bundesliga musim ini. Hanya saja hasil itu rasanya kurang memuaskan bagi tim besutan Niko Kovac tersebut. Pada laga itu Bayern Munich berhasil mendominasi sepanjang jalannya pertandingan.

Gol pertama Bayern Munich dicetak oleh Kingsley Coman pada menit ke-4, memanfaatkan umpan matang dari Thomas Muller. Tanpa kesulitan pemain asal Perancis itu menempatkan bola di sudut kiri bawah gawang Eintracht Frankfurt.

Kemudian pada menit ke-50 Eintracht Frankfurt berhasil menyamakan kedudukan setelah Sebastian Heller mencetak gol memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Bayern Munich. Akan tetapi hanya berselang tiga menit kemudian Bayern Munich berhasil mencetak gol yang kedua, kali ini melalui David Alaba.

Pada menit ke-58 Bayern Munich berhasil mencetak gol yang ketiga melalui Renato Sanches, memanfaatkan umpan matang dari Coman. Skor pertandingan pun berubah mejadi 3-1 untuk keunggulan Bayern Munich.

Pada menit ke-72 giliran Franck Ribery yang mencetak gol untuk Bayern Munich, memanfaatkan umpan Joshua Kimmich. Enam menit setelah gol Ribery, Bayern Munich kembali memperbesar skor setelah Arjen Robben mencetak gol memanfaatkan umpan Alaba.

Borussia Monchengladbach 0 – 2 Borussia Dortmund

Di sisi lain, Borussia Dortmund juga berhasil meraih kemenangan pada laga pekan ke-34 dengan mengalahkan tuan rumah Borussia Monchengladbach dengan skor 0-2 di Borussia Park, Sabtu. Namun sayangnya kemenangan itu tak lagi berarti setelah Bayern Munich sukses menaklukkan Eintracht Frankfurt.

Sementara itu. Pada laga melawan Borussia Monchengladbach, dua gol Borussia Dortmund masing-masing dicetak oleh Jadon Sanchi menit ke-45 dan Marco Reus menit ke-54.

Untuk mendapatkan berita atau pun prediksi terlengkap dan terpercaya, kamu bisa berkunjung ke website Dothixala.